Berita UtamaDaerahPemalang

MWCNU Bantarbolang Gelar Lailatul Ijtima’ Perdana, Perkokoh Tradisi dan Aswaja

Joko Longkeyang
2
×

MWCNU Bantarbolang Gelar Lailatul Ijtima’ Perdana, Perkokoh Tradisi dan Aswaja

Sebarkan artikel ini

PEMALANG, Emsatunews.co.id – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Bantarbolang secara resmi meluncurkan kegiatan *Lailatul Ijtima‘* perdana pada Kamis malam. Majelis ilmu dan doa bersama yang berlangsung khidmat ini menjadi momentum penting bagi warga Nahdliyin di wilayah Bantarbolang untuk memperkuat ikatan silaturahmi sekaligus meneguhkan pilar ajaran *Ahlussunnah wal Jamaah* (Aswaja) An-Nahdliyah.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan istighosah secara berjamaah yang dipimpin oleh para ulama setempat. Dzikir dan doa yang bergema menciptakan suasana khusyuk di tengah ratusan warga serta pengurus ranting yang memadati lokasi kegiatan.

Advertisement

Setelah pembacaan doa, acara dilanjutkan dengan agenda inti berupa kajian Kitab *Risalah Aswaja* karangan pendiri NU, Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari. Kajian tersebut disampaikan langsung oleh Rais Syuriyah MWCNU Bantarbolang, KH Ahmad Nur Fuadi.

Dalam pemaparannya, KH Ahmad Nur Fuadi menekankan pentingnya menjaga pemikiran dan tradisi keislaman yang ramah, toleran, serta berlandaskan pemahaman Aswaja. Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi dan dinamika zaman, keistiqamahan dalam mengaji kitab-kitab kebangsaan dan keagamaan menjadi benteng utama bagi umat.

Baca Juga :  Ryoleta X Reiza – Muara Waktu: Album Kompilasi Lagu Karya Santri Yang Asyik dan Kekinian

“Melalui kajian rutin *Risalah Aswaja* ini, kita berharap seluruh jamaah dapat memperdalam pemahaman keagamaan yang tawasuth (moderat) dan tasamuh (toleran), sekaligus menjaga amaliyah tradisi NU agar tetap lestari,” ujar KH Ahmad Nur Fuadi di hadapan para jamaah.

Sinergi dan Penguatan Jam’iyah

Kegiatan perdana ini juga dihadiri oleh pengurus jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pemalang. Sekretaris PCNU Kabupaten Pemalang, Moza Agung Nugroho, yang hadir memberikan sambutan sekapur sirih, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiasi kegiatan tersebut.

Dalam pengarahannya, Moza mengajak seluruh jajaran pengurus MWCNU, Badan Otonom (Banom), serta lembaga di bawah naungan NU Bantarbolang untuk terus memperkuat sinergi organisasi “jam’iyah” dan pelayanan kepada masyarakat “jamaah”.

“Khidmah di Nahdlatul Ulama membutuhkan kebersamaan dan konsistensi. Kegiatan seperti “Lailatul Ijtima‘” ini tidak hanya menjadi wadah spiritual, tetapi juga menjadi sarana konsolidasi organisasi agar NU senantiasa hadir membawa manfaat nyata bagi kemaslahatan umat,” tegas Moza Agung Nugroho.

Baca Juga :  Kasa Darma Husada Komitmen Mutu, Halal dan Kemandirian Alkes Nasional

Turut hadir dalam majelis ini para masyayikh, pengurus Syuriyah dan Tanfidziyah, pimpinan ranting se-Kecamatan Bantarbolang, serta elemen Banom mulai dari Ansor, Fatayat, IPNU, hingga IPPNU. Kehadiran lintas generasi ini mempertegas soliditas warga NU di tingkat akar rumput.

Rutin Setiap Kamis Manis

Jajaran pengurus MWCNU Bantarbolang mengonfirmasi bahwa *Lailatul Ijtima‘* ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial belaka. Kegiatan spiritual dan edukatif ini disepakati akan menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap malam Kamis Manis.

Pemilihan jadwal rutin tersebut diharapkan dapat memudahkan koordinasi dan menjaga konsistensi kehadiran jamaah. Selain kajian kitab dan istighosah, forum ini ke depan dirancang sebagai ruang dialog antar-warga NU untuk membahas isu-sektor sosial dan keumatan di Kecamatan Bantarbolang.

Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan bangsa, daerah, serta keselamatan umat. Berakhirnya majelis perdana ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi MWCNU Bantarbolang dalam mewujudkan jargon keumatan: Menguatkan Jam’iyah, Merawat Jamaah, Guyub Khidmah NU Berdaya.( Joko Longkeyang).