EMSATUNEWS.CO.IS, BREBES – Kekhawatiran masyarakat kembali memuncak. Ruas Jalan Nasional di kawasan Flyover Kretek, Kecamatan Paguyangan, kembali menjadi lokasi kecelakaan.
Terbaru, Selasa (11/8/2026), sebuah truk bermuatan gandum rute Cilacap–Cirebon mengalami dugaan rem blong dan menghantam tembok pembatas jalur penyelamat.
Ironisnya, ini adalah kecelakaan keempat yang terjadi di titik yang sama dalam kurun waktu kurang dari tiga bulan.
Menyikapi rentetan peristiwa tersebut, Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Keselamatan Flyover Kretek (AMPK), Dedi Anjar Priyanto, S.E., menyampaikan pernyataan sikapnya kepada awak media.
“Jalan ini kini menjadi saksi nyata betapa tingginya angka kecelakaan yang terus berulang. Dalam waktu kurang dari tiga bulan, sudah empat kali terjadi insiden di titik ini. Korban jiwa dan kerugian material tidak bisa terus kita biarkan bertambah,” ujar Dedi.
Ia menegaskan, keselamatan harus menjadi prioritas utama pemerintah. Bukan sekadar janji, tetapi tindakan nyata yang segera dirasakan masyarakat.
“Berbagai kesepakatan yang pernah dirumuskan bersama masyarakat, kepolisian, hingga instansi daerah dan provinsi, seolah berhenti di atas kertas. Penindakan muatan berlebih, perbaikan timbangan, penerangan jalan, pemasangan CCTV, hingga usulan jalan lingkar, belum ada yang berjalan maksimal,” tegasnya.
Dedi mendesak agar rencana relokasi jalur arteri dan pembangunan jalan lingkar atau ring road segera diwujudkan. Menurutnya, itu bukan lagi wacana, melainkan kebutuhan mendesak demi keselamatan.
“Kami tidak lagi meminta janji-janji. Yang kami tuntut adalah tindakan nyata. Keselamatan nyawa tidak boleh dikorbankan oleh birokrasi yang berlarut-larut,” katanya.
Selain itu, AMPK juga meminta pihak berwenang segera memperbaiki jalur penyelamat yang rusak akibat insiden terakhir. Perbaikan dan pembersihan lokasi juga dinilai penting agar jalur penyelamat tetap berfungsi optimal dan arus lalu lintas tidak terganggu.
“Kecelakaan boleh terjadi, tapi nyawa masyarakat harus kita lindungi dengan sistem yang layak. Cukup sudah korban di Flyover Kretek,” pungkas Dedi.***















