Berita UtamaDaerahPemalang

Hutan Jati Pemalang Terbakar, Gercep Kodim 0711/Pemalang Blokir Laju Api!

Joko Longkeyang
3
×

Hutan Jati Pemalang Terbakar, Gercep Kodim 0711/Pemalang Blokir Laju Api!

Sebarkan artikel ini

PEMALANG, Emsatunews.co.id — Kawasan hutan jati di Kabupaten Pemalang mendadak mencekam setelah si jago merah melahap area seluas tiga hektare, Jumat (28/8/2026). Beruntung, respons kilat ditunjukkan oleh jajaran Kodim 0711/Pemalang bersama tim gabungan yang langsung turun tangan menjinakkan amukan api sebelum merembes lebih luas.

​Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ini terpantau melanda kawasan Petak 30 RPH BKPH Sokawati, yang terletak di Desa Penggarit, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

​Begitu laporan titik panas atau hot spot masuk, Dandim 0711/Pemalang Letkol Inf Edy Wibowo, S.Sos., langsung menginstruksikan jajarannya untuk bergerak tanpa buang waktu.”Begitu mendapat informasi adanya kebakaran, kami langsung bergerak dan berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait. Prioritas kami adalah memadamkan titik api, mencegah agar kebakaran tidak meluas, serta memastikan kondisi kawasan benar-benar aman,” tegas Letkol Edy Wibowo di lokasi kejadian.

Sinergi 68 Personil Jinakkan Medan Berat

​Upaya pemadaman ini tidak berjalan mudah. Tim gabungan harus berjibaku menghadapi medan kawasan hutan yang cukup sulit dijangkau. Kendati demikian, hambatan tersebut berhasil diatasi berkat solidnya koordinasi lintas instansi.

Baca Juga :  Solid! Dandim Pemalang Ajak Prajurit Jalan Sehat 7 Km Untuk Jaga Kebugaran

​Sebanyak 68 personel gabungan dikerahkan secara serentak ke lokasi kejadian. Kekuatan ini terdiri atas: 20 personel Kodim 0711/Pemalang, ​10 personel Yon TP 437/SB, ​15 personel Polres Pemalang, 5 personel BPBD Kabupaten Pemalang, 3 personel Perhutani, 15 personel unsur relawan.

​Selain mengerahkan sumber daya manusia, operasi pemadaman juga didukung armada taktis berupa satu unit mobil pemadam kebakaran BPBD, satu unit mobil pemadam kebakaran Kodim 0711/Pemalang, serta satu unit truk operasional untuk mobilisasi peralatan dan personel.

Penyekatan dan Pendinginan Ketat

​Di lapangan, tim gabungan membagi tugas dengan melakukan penyekatan api agar tidak merembet ke blok hutan lainnya. Setelah api utama berhasil dijinakkan, petugas langsung melanjutkan proses pendinginan (cooling down). Langkah ini krusial untuk memastikan tidak ada lagi sisa bara tersembunyi yang berpotensi memicu kembalinya kobaran api.

Baca Juga :  Dandim Pemalang Dampingi Kejati Jateng, Pastikan Kualitas Jaringan Irigasi Pertanian

​Pihak Perhutani yang turut terjun langsung ke lokasi menyampaikan apresiasi tinggi atas gerak cepat aparat gabungan ini.”Kami sangat terbantu dengan respons cepat TNI, Polri, BPBD, dan para relawan. Sinergi ini membuat titik api bisa dikendalikan dengan cepat,” ujar salah seorang petugas Perhutani di lapangan.

Peringatan Tegas di Musim Kemarau

​Menanggapi insiden ini, Dandim 0711/Pemalang mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, mengingat puncak musim kemarau membuat semak dan daun kering di kawasan hutan sangat rentan tersulut api.

​Pihaknya mengimbau warga untuk tidak sembarangan membuang puntung rokok ataupun membuka lahan dengan cara membakar tanpa pengawasan ketat. Masyarakat juga diminta segera melapor kepada aparat terdekat jika melihat tanda-tanda kemunculan api sekecil apa pun.

​Aksi sigap ini kembali membuktikan solidnya sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah daerah, Perhutani, dan elemen masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan serta melindungi keselamatan warga Pemalang dari ancaman bencana karhutla.( Joko Longkeyang).