Berita UtamaDaerahPemalang

Dari Singkong Jadi Es Krim, Ahmad Luthfi Gerakkan Pangan Lokal Jateng Naik Kelas

Joko Longkeyang
8
×

Dari Singkong Jadi Es Krim, Ahmad Luthfi Gerakkan Pangan Lokal Jateng Naik Kelas

Sebarkan artikel ini

SEMARANG, Emsatunews.co.id – Singkong yang selama ini identik dengan bahan pangan sederhana ternyata sanggup ditransformasikan menjadi tepung mocaf, es krim lezat, hingga aneka produk olahan bernilai jual tinggi. Fenomena kreatif ini menjadi bukti nyata bahwa potensi ekonomi pangan lokal Jawa Tengah terbukti sangat melimpah apabila dikelola secara inovatif dari hulu ke hilir.

​Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, terus mendorong para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk agresif menangkap peluang emas tersebut. Langkah konkret yang perlu diperkuat antara lain peningkatkan kualitas produk, penguatan branding, pemenuhan legalitas dan sertifikasi, hingga perluasan jangkauan pasar.

​“Pangan lokal tidak hanya berbicara tentang produksi, tetapi juga bagaimana bahan baku yang ada di daerah dapat diolah menjadi produk bernilai tambah, menciptakan peluang usaha, dan membuka pasar yang lebih luas,” tegas Luthfi saat menghadiri Final Showcase Lumbung Karya Indonesia di Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Kamis (1/10/2026).

Baca Juga :  Kajian KEP Ke 33, Dr. Husain Heriyanto: Pengetahuan dan Kuasa Adalah Entitas Yang Saling Terkait Erat

​Luthfi menjelaskan, Provinsi Jawa Tengah menyimpan modal besar untuk memajukan ekonomi berbasis potensi lokal. Selain ditopang kekayaan komoditas Daerah, Jawa Tengah tercatat memiliki sekitar 4,06 juta UMKM berdasarkan pendataan Sistem Informasi Data Tunggal Kementerian UMKM 2025. Dari angka megah itu, sebanyak 97,95 persen di antaranya tergolong usaha mikro.

​Guna memperkuat skala usaha masyarakat, Pemprov Jateng konsisten menyalurkan pendampingan, pembinaan, serta kemudahan akses pembiayaan melalui Bank Jateng lewat skema kredit berbunga rendah. Langkah strategis ini dinilai ampuh memperluas kapasitas produksi sekaligus menciptakan lapangan kerja baru di daerah.

​Salah satu bukti kesuksesan inovasi pangan lokal terpancar dari keberhasilan Nirbaya Mocaf, UMKM besutan Lapas Nirbaya Nusakambangan, Cilacap. Mengolah sekitar dua ton singkong per minggu, mereka sukses menghasilkan tepung mocaf hingga es krim yang 80 persen bahan bakunya berbasis singkong. Bahkan, kulitnya dimanfaatkan menjadi gula kombucha serta pakan ternak.

Baca Juga :  Si Jago Merah Mengamuk, Rumah Warga Kebandung Ludes Dilalapnya

​Langkah kolaboratif ini turut mendapat apresiasi tinggi dari Staf Ahli Bidang Maritim Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Sugeng Santoso. Menurutnya, sinergi lintas sektor antara pemerintah, pelaku startup, dan UMKM adalah kunci utama menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang tangguh serta berkelanjutan.

​Melalui Final Showcase Lumbung Karya Indonesia, sejumlah apresiasi bernilai tinggi juga diserahkan kepada para inovator daerah, seperti Tococo Indonesia (Best Local Roots Innovation), Nirbaya Mocaf (Best Innovation & Transformation), PT Allisha Gesang Sejahtera (Best Business Readiness), Dalem Wangi (Most Impactful & Replicable), serta Cumi Item Rasa Yang Berkah (Best Growth Potential). Transisi dari komoditas mentah menjadi produk bernilai tambah tinggi ini menjadi bukti nyata tumbuhnya kemandirian ekonomi rakyat Jawa Tengah. ( Joko Longkeyang).