Berita UtamaDaerahNasionalPemalang

Siswa SD di Pemalang Meninggal Diduga Korban Bullying, Gubernur Ahmad Luthfi Buka Suara

Joko Longkeyang
6
×

Siswa SD di Pemalang Meninggal Diduga Korban Bullying, Gubernur Ahmad Luthfi Buka Suara

Sebarkan artikel ini

Semarang, Emsatunews.co.id — Kasus dugaan perundungan (bullying) yang merenggut nyawa seorang siswa kelas 2 SD Negeri 01 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, memicu keprihatinan mendalam dari berbagai pihak. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan duka cita mendalam atas insiden tragis yang menimpa korban dan keluarganya.

​Dalam keterangannya pada Selasa (6/10/2026), Ahmad Luthfi menegaskan bahwa pemerintah provinsi mengawal ketat penanganan kasus ini agar berjalan terang benderang. Ia meminta masyarakat menyerahkan seluruh proses hukum kepada pihak berwajib yang tengah melakukan penyelidikan.”Saya menyampaikan keprihatinan dan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Kita hormati proses penyelidikan yang sedang dilakukan pihak berwajib dan instansi terkait untuk memastikan fakta serta penyebab kejadian. Pastikan prosesnya transparan dan objektif sesuai aturan berlaku,” ujar Ahmad Luthfi.

Baca Juga :  PC Satria Kabupaten Pemalang Berprinsip Menangkan Prabowo Pada Pilpres 2024

​Gubernur menggarisbawahi pentingnya perlindungan terhadap anak-anak lain, terutama siswa yang menjadi saksi dalam peristiwa ini. Menurutnya, proses pemeriksaan jangan sampai menimbulkan beban trauma baru bagi mental anak.

​Sebagai langkah konkret pencegahan, Dinas Pendidikan diminta memperkuat pembinaan tenaga pendidik, sistem deteksi dini, dan edukasi karakter di sekolah. Pemprov Jateng sendiri telah meluncurkan berbagai program strategis, seperti pembentukan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan, gerakan ‘Ayo RUKUN’, serta kerja sama edukasi bersama Polda Jawa Tengah. Masyarakat dan siswa juga diimbau memanfaatkan layanan psikolog gratis ‘LOGIS’ jika menghadapi tekanan mental.​”Jangan sampai anak takut bercerita, dan jangan sampai sebuah persoalan baru diketahui setelah menjadi kejadian besar. Pencegahan butuh kepedulian semua pihak, termasuk orang tua, agar sekolah menjadi ruang aman bagi tumbuh kembang anak,” tegasnya.

Baca Juga :  Setelah Menunggu 11 Tahun, Kustoni Akhirnya Segera Wujudkan Impiannya Berhaji

​Sebelumnya, menindaklanjuti arahan Gubernur, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng, Sadimin, melawat langsung ke rumah duka di Pemalang pada Senin (5/10/2026). Kedatangan tersebut bertujuan menyampaikan empati, tali asih, sekaligus memberikan pendampingan psikologis dan hukum bagi keluarga korban melalui koordinasi intensif bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Pemalang.

​Langkah cepat ini diharapkan mampu memberikan rasa keadilan bagi korban serta menjadi evaluasi total bagi dunia pendidikan di Jawa Tengah agar kejadian serupa tak terulang kembali.( Joko Longkeyang).