Berita UtamaBrebes

Waspadai TBC, Puskesmas Tonjong Temukan 350 Kasus Hingga Oktober 2026

Eryanto
11
×

Waspadai TBC, Puskesmas Tonjong Temukan 350 Kasus Hingga Oktober 2026

Sebarkan artikel ini

EMSATUNEWS.CO.ID, BREBES – Penyakit Tuberkulosis (TBC) masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat di Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes. Data terbaru menunjukkan ratusan warga telah teridentifikasi menderita penyakit menular ini sepanjang tahun 2026.

Berdasarkan catatan Puskesmas Tonjong per Oktober 2026, tercatat 350 kasus TBC di wilayah kerjanya. Angka ini menjadi peringatan penting agar masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan saluran pernapasan.

Kepala Puskesmas Tonjong, Ida Trees Listyani, S.Si., Apt. dalam kegiatan Active Case Finding (ACF) di Desa Linggapura, dirinya membenarkan bahwa tingginya angka temuan tersebut. Ia menyebut, sebagian besar pasien saat ini tengah menjalani pengobatan secara intensif dan terpantau. Jumat (9/10/2026).

“Dari hasil pelacakan aktif, kami menemukan 32 orang positif TBC berdasarkan tes dahak dan 14 orang lainnya secara klinis,” ujar Ida

Baca Juga :  Camat Randudongkal Turun Gunung Pantau Pendaftaran Pilkades Serentak 2026

Gencar Lakukan Pelacakan Aktif

Untuk memutus mata rantai penyebaran, Puskesmas Tonjong tidak lagi hanya menunggu pasien datang berobat. Fasilitas kesehatan tersebut kini menerapkan strategi ACF, yaitu pelacakan proaktif dengan mendatangi langsung permukiman warga.

Program ini difokuskan pada empat desa dengan jumlah temuan kasus terbanyak. Petugas kesehatan menyisir warga yang mengalami batuk kronis lebih dari dua minggu, demam tanpa sebab, keringat malam, dan penurunan berat badan yang drastis.

Dalam pelaksanaannya, tenaga kesehatan tidak bekerja sendiri. Mereka berkolaborasi dengan para kader kesehatan desa untuk memantau dan mendampingi warga yang terindikasi. Warga yang menunjukkan gejala akan segera diarahkan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan di puskesmas.

Kolaborasi antara nakes dan kader ini terbukti efektif mempercepat deteksi dini, sehingga penularan dapat segera dicegah.

Baca Juga :  Pemdes Pruwatan Gelar Festival Seni Budaya Sambut Idul Adha 1445 H

Kunci Kesembuhan: Disiplin Obat

Ida Trees Listyani menekankan pentingnya komitmen pasien dalam menjalani pengobatan hingga tuntas. Pasien dilarang keras menghentikan obat sebelum dinyatakan sembuh oleh dokter, karena dapat menyebabkan kekebalan obat dan memperparah penularan.

Selain itu, lingkungan rumah juga menjadi faktor krusial. Rumah yang sehat dengan ventilasi memadai dan memungkinkan sinar matahari pagi masuk akan membantu membunuh bakteri TBC.

Sebagai langkah perlindungan ekstra, keluarga serumah dengan pasien juga diberikan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) agar tidak ikut tertular.

Seluruh upaya ini merupakan bagian dari komitmen bersama untuk menyukseskan target nasional eliminasi TBC pada tahun 2030.

Puskesmas Tonjong mengimbau masyarakat yang mengalami batuk berkepanjangan agar segera memeriksakan diri. Deteksi dini adalah langkah terbaik untuk melindungi diri, keluarga, dan lingkungan.***