Berita UtamaDaerahNasional

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Luncurkan 6 Kado Program Istimewa Untuk Santri pada HSN 2026

Joko Longkeyang
9
×

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Luncurkan 6 Kado Program Istimewa Untuk Santri pada HSN 2026

Sebarkan artikel ini

TEGAL, Emsatunews.co.id – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 menjadi momen bersejarah bagi ratusan ribu santri di Jawa Tengah. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah secara resmi meluncurkan enam kado program strategis guna mengakselerasi kualitas sumber daya manusia serta menjamin keamanan di lingkungan pendidikan keagamaan.

​Peluncuran enam program unggulan yang terangkum dalam “Program Pesantren Obah” tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat memimpin puncak peringatan HSN 2026 tingkat provinsi di Jalan Pancasila, Kota Tegal, Kamis (22/10/2026).

​Langkah nyata ini diambil mengingat potensi besar Jawa Tengah yang memiliki 5.451 pondok pesantren dengan populasi mencapai 555 ribu santri, berdasarkan data kolaborasi bersama Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU.​”Ini merupakan kekuatan besar yang harus kita rawat dan kembangkan melalui kebijakan yang berangkat dari kebutuhan nyata pesantren,” ujar Ahmad Luthfi di hadapan ribuan santri yang memadati lokasi acara.

Baca Juga :  Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Tinjau Langsung Rumah Penerima Bantuan RTLH di Kendal

​Enam kado program yang disiapkan Pemprov Jateng melalui Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) mencakup berbagai sektor vital:

​1. Insentif Guru Agama: Kepastian keberlanjutan program insentif bagi 230,8 ribu pendidik keagamaan yang telah berjalan sejak 2025.

​2. Bisyaroh Hafiz Al-Qur’an: Bentuk apresiasi dan penghargaan finansial khusus bagi santri penghafal Al-Qur’an.

​3. Beasiswa Pendidikan Tinggi: Fasilitas studi jenjang S1 hingga S3 di dalam maupun luar negeri bagi santri dan pengasuh. Sebanyak 73 peserta dinyatakan lolos seleksi ketat dari total 942 pendaftar pada tahun 2026.

​4. Beasiswa Mahasantri & Santri Penggerak: Penguatan tradisi keilmuan Islam yang menyasar 25 Ma’had Aly di Jawa Tengah.

​5. Hibah & Renovasi Sarpras: Bantuan pembenahan fisik pondok pesantren dan masjid agar proses belajar mengajar makin layak dan nyaman.

​6. Pencegahan Kekerasan (P2KP): Payung hukum komprehensif untuk mewujudkan lingkungan pesantren yang bebas dari perundungan dan kekerasan seksual.

Baca Juga :  Niat Mancing, Warga Krandengan Terseret Arus Sungai Kalipaingan

​Penguatan sistem Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Pesantren (P2KP) menjadi sorotan utama. Pemprov Jateng menerbitkan regulasi tegas, termasuk Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/388 Tahun 2026 tentang Tim Koordinasi P2KP, serta Surat Edaran Gubernur guna memastikan seluruh pihak bekerja terintegrasi. ​”Regulasi ini memperjelas siapa berbuat apa, sehingga tidak ada lagi sikap saling lempar tanggung jawab. Kepada para santri, jangan takut dan jangan diam. Jika melihat atau mengalami kekerasan, beranilah melapor. Budaya diam harus kita putus bersama,” tegas Ahmad Luthfi.

​Menutup amanatnya, Gubernur memberikan tiga pesan kunci kepada seluruh santri untuk menyongsong Indonesia Emas 2045: memperdalam kajian kitab kuning yang diimbangi penguasaan sains-teknologi, menjaga akhlak serta toleransi, serta membangun kemandirian ekonomi. Peringatan HSN 2026 ini diakhiri dengan komitmen bersama seluruh elemen masyarakat untuk terus mengawal peran santri sebagai pilar kemajuan bangsa.( Joko Longkeyang).