Scroll ke Atas
Berita Utama

Kapolres Pekalongan Tutup Tradisi Pembaretan Bintara Remaja Dengan Penyiraman Air Kembang dan Pemakaian Baret

44
×

Kapolres Pekalongan Tutup Tradisi Pembaretan Bintara Remaja Dengan Penyiraman Air Kembang dan Pemakaian Baret

Sebarkan artikel ini
EMSATUNEWS.CO.ID, PEKALONGAN – Sebanyak 12 Bintara remaja Polres Pekalongan telah mengikuti pembinaan tradisi pembaretan. Pagi tadi, Kamis (16/03) dilaksanakan penutupan pembinaan tradisi pembaretan Bintara Remaja Polres Pekalongan yang berlangsung di halaman Mapolres.
Kapolres Pekalongan AKBP Dr. Arief Fajar Satria, S.H., S.I.K., M.H dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa setelah kemarin melaksanakan pembukaan pembinaan tradisi pemantapan dan pembaretan Bintara remaja Gelombang kedua tahun 2023, hari ini mereka telah hadir di depan. “Mereka adalah sumber daya manusia Polri yang kalau boleh dikatakan masih bersih yang harus perlu ditempa dengan ilmu-ilmu kepolisian,” ujarnya.
AKBP Arief juga menyampaikan terima kasih kepada para pembina yang semalam melaksanakan pembinaan dan pemberian pengetahuan Kepolisian dasar. “Memang dalam lembaga pendidikan diberikan pelatihan-pelatihan yang ada, tetapi penerapan aplikasi di lapangan tentunya sangat berbeda. Sementara Bintara remaja ini sebagai garda terdepan yang nantinya menghadapi pengamanan pemilu tahun 2024,” katanya.
“Dengan semangat, kemarin rekan-rekan sudah berada di gua Macan. Implementasinya, anda bisa tahu, mencintai dan memahami bagaimana menjadi seorang macan-macan yang berada sebagai gardan terdepan. Tidak boleh lembek-lembek,” tambah Kapolres Pekalongan.
Para Bintara remaja ini diharapkan bisa menjadi sosok Bhayangkara yang dapat diandalkan dan dapat memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat.
Menurutnya, suatu saat para Bintara remaja ini akan menjadi senior dan menjadi seorang pemimpin, maka dari itu lakukan kinerja ataupun kerja secara ikhlas dan optimis. “Yakinlah pada dirimu sendiri, suatu saat anda menjadi senior, maka jadilah senior yang patut dicontoh, kalau anda elek-elekan seleksi alam tersebut yang akan menyingkirkan anda,” jelasnya.
“Jadilah garda Bhayangkara terdepan yang dapat menjaga nama baik institusi Polri dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas AKBP Arief. 
Kegiatan penutupan trasdisi pembaretan dilakukan dengan penyiraman air bunga dan pemakaian baret secara simbolis oleh Kapolres Pekalongan. (*)
Editor : Eva A

Baca Juga :  Rutinitas Koramil 09 Tonjong Siapkan Remaja Desa Jadi Prajurit