EMSATUNEWS.CO.ID, KENDAL – Pentas seni budaya tradisional wayang kulit merupakan salah media massa untuk menyampaikan beragam informasi penting kepada masyarakat.
Pentas seni budaya wayang kulit juga tidak hanya sekadar tontonan namun ada tuntunan yang bisa dipetik hikmahnya untuk Memahami tatanan dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.
Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, dalam sambutannya saat menghadiri pagelaran seni budaya wayang kulit yang dilakukan pada Minggu (27/7/2025) malam , di Alun-Alun kota Kendal.
Pagelaran wayang kulit dengan lakon “Srikandi Mbangun Kendal” tersebut dipentaskan oleh dalang Ki Mangun Yuwono asal Kabupaten Pemalang.
Lebih lanjut, Bupati Kendal mengutarakan bahwa pagelaran seni budaya wayang kulit adalah salah satu acara dari beragam acara yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Kendal dalam rangka menyambut dan memeriahkan peringatan Hari Jadi Kabupaten Kendal ke 420 tahun 2025 yang jatuh pada tanggal 28 Juli.
“Tujuan dipentaskannya seni budaya wayang kulit adakah untuk lebih mengenalkan seni budaya wayang kulit kepada generasi muda di Kabupaten Kendal”, terang Bupati Kendal.
Selain itu, lanjut Bupati Kendal, juga sebagai upaya untuk melestarikan budaya wayang kulit karena merupakan budaya asli bangsa Indonesia, dimana wayang kulit juga telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia.
Lebih jauh Bupati Kendal, menyampaikan bahwa lakon dengan cerita Srikandi Mbangun Kendal tersebut hanya sebagai perlambang saja karena Kabupaten Kendal dipimpin oleh seorang perempuan.
“Sebenarnya tokoh Srikandi tersebut tidak hanya menggambarkan bupatinya saja, akan tetapi juga untuk seluruh perempuan di Kabupaten Kendal yang berperan aktif secara bersama-sama membangun Kabupaten Kendal”, tandas Bupati Kendal. (*17).















