Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahNasional

Jateng Gempur Inflasi, Ratusan Pasar Murah Digelar Serentak!

Joko Longkeyang
9
×

Jateng Gempur Inflasi, Ratusan Pasar Murah Digelar Serentak!

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Semarang – Langkah progresif diambil Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mengendalikan gejolak harga pangan. Hanya dalam kurun waktu dua bulan, tercatat sebanyak 333 gelaran Gerakan Pangan Murah (GPM) telah dilaksanakan di berbagai titik, melampaui target awal triwulan pertama tahun 2026 yang dipatok pada angka 308 kegiatan.

​Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Dyah Lukisari, mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan bukti nyata kehadiran pemerintah untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses pangan dengan harga terjangkau.”Dari target 308 kali, realisasi hingga saat ini sudah menyentuh 333 kali. Ini menunjukkan komitmen kita yang melampaui target demi menjaga daya beli warga,” tegas Dyah saat meresmikan GPM serentak di Kantor Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Jumat (6/3/2026).

Advertisement

​Meski target administratif telah terlampaui, intensitas program tidak dikendurkan. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memimpin langsung pembukaan GPM serentak yang melibatkan 35 kabupaten dan kota di seluruh wilayah Jawa Tengah.

Baca Juga :  Anggota DPRD Pemalang Ikuti Upacara HUT RI ke-79 Di Alun – Alun Pemalang

​Sebanyak 31 daerah mengikuti peresmian secara daring, sementara empat wilayah lainnya—yakni Boyolali, Wonogiri, Brebes, dan Tegal—telah lebih dulu memulai aksi pasar murah ini pada Kamis (5/3/2026).

​Dalam operasi pasar kali ini, pemerintah menggelontorkan stok pangan dalam jumlah besar, di antaranya:

​74 Ton Beras

​21.000 Liter Minyak Goreng

​11.500 Kilogram Telur Ayam Ras

​7.250 Kilogram Gula Pasir

​3.400 Kilogram Bawang Putih

​Soroti Harga Cabai yang Masih Pedas

​Gubernur Ahmad Luthfi memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi antara Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Bank Indonesia dalam menyukseskan program ini. Namun, ia juga memberikan catatan khusus terkait komoditas cabai yang harganya masih melonjak tajam.”Harga cabai di tingkat konsumen saat ini berkisar Rp81.000 per kilogram. Bahkan di Sragen sempat menyentuh angka Rp100.000. Ini menjadi ironi karena Jawa Tengah adalah daerah penghasil,” ungkap Luthfi. Sebagai informasi, Harga Acuan Pemerintah (HAP) untuk cabai sebenarnya berada di level Rp57.000 per kilogram.

Baca Juga :  Puluhan Anggota Ranting Pemuda Pancasila Bersama Warga Pesanggrahan Kretek Kerja Bakti Menambal Kerusakan Jalan Poros Desa

​Kehadiran GPM menjadi angin segar bagi warga di tengah fluktuasi harga pasar. Eni, salah satu warga Semarang Barat, mengaku merasakan perbedaan harga yang signifikan.”Sangat membantu, harganya miring sekali. Minyak Kita yang biasanya Rp19.000, di sini cuma Rp15.500. Beras premium juga jauh lebih murah, cuma Rp62.500 per lima kilogram,” tuturnya dengan sumringah.

​Melalui konsistensi Gerakan Pangan Murah ini, Pemprov Jateng berharap angka inflasi dapat terus ditekan dan stabilitas ekonomi masyarakat tetap terjaga hingga memasuki bulan-bulan mendatang.**( Joko Longkeyang).