EMSATUNEWS.CO.ID, KENDAL – Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 tingkat Kabupaten Kendal, ditandai dengan bersih-bersih sampah dan pengamanan bibit pohon Cemara Laut di destinasi wisata air Pantai Indah Kemangi (PIK), Desa Jungsemi, Kecamatan Kangkung, Selasa (24/2/2026) pagi WIB.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, terlibat langsung dalam kegiatan tersebut dan diikuti oleh unsur Forkopimda, kepala OPD, hingga pelajar se-Kecamatan Kangkung.
Bupati Kendal mengemukakan bahwa kegiatan bersih-bersih sampah di Pantai Indah Kemangi bukan hanya sekadar seremonial tahunan semata, akan tetapi harus menjadi pemantik kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. yang dimulai dari lingkungan terkecil.
“Menjaga kebersihan harus dimulai dari lingkungan terkecil yakni lingkungan keluarga. Jika kesadaran akan pentingnya kebersihan lingkungan tersebut tumbuh, maka permasalahan sampah di hilir akan jauh berkurang”, ungkap Bupati Kendal.
Sinergi antara pemerintah dan masyarakat, sambung Bupati Kendal, sangat diperlukan agar visi “Kendal Asri” dapat terwujud secara berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Desa Jungsemi, Dasuki, memberikan apresiasinya dengan dipilihnya Destinasi Wisata Pantai Indah Kemangi sebagai lokasi peringatan HPSN 2026 tingkat Kabupaten Kendal.
Dasuki mengemukakan bahwa sekarang ini ombak laut cukup besar yang menyebabkan banyaknya sampah yang terbawa ombak dan terdampar di Pantai Indah Kemangi.
“Aksi massal bersih-bersih sampah hari ini tentunya sangat membantu memulihkan keasrian PIK”, tandas Dasuki.
Lebih lanjut, Dasuki mengutarakan bahwa selama bulan Ramadhan 1447 Hijriyah kali ini Pantai Indah Kemangi ditutup untuk sementara waktu.
“Penutupan sementara tersebut akan kita manfaatkan guna melakukan pembersihan secara maksimal sebagai persiapan menyambut lonjakan pengunjung pada libur Idul Fitri 1447 Hijriyah mendatang”, pungkas Dasuki.ll
Terkait dengan permasalahan sampah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kendal, Aris Irwanto, menyampaikan bahwa keberhasilan pengolahan sampah sangat bergantung pada sinergi yang terjalin kuat antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, hingga komunitas lingkungan. (*17).













