Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahNasional

Jangkau 891 Desa, Program Speling Luthfi-Yasin Jadi Jawara Nasional

Joko Longkeyang
20
×

Jangkau 891 Desa, Program Speling Luthfi-Yasin Jadi Jawara Nasional

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Semarang – Komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam memeratakan akses kesehatan di pelosok desa menunjukkan hasil impresif. Menjelang satu tahun masa kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, program Dokter Spesialis Keliling (Speling) telah menjangkau 891 desa di 398 kecamatan. Langkah ini sukses membawa Jawa Tengah meraih capaian Cek Kesehatan Gratis (CKG) tertinggi di tingkat nasional.

​Hadirnya para spesialis ke jantung pedesaan menjadi solusi konkret bagi masyarakat yang selama ini terkendala jarak dan biaya untuk mendapatkan layanan medis tingkat lanjut.

Advertisement

​Sejak digulirkan pada Maret 2025, Speling telah melayani 88.979 warga secara cuma-cuma. Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa program ini bukan sekadar pemeriksaan umum, melainkan intervensi medis mendalam oleh 920 tim ahli yang diterjunkan secara bergilir.​”Target awal kita seribu desa, dan hari ini hampir 900 desa sudah merasakan manfaatnya. Ini adalah bukti negara hadir untuk memastikan warga desa mendapatkan hak kesehatan yang sama dengan warga kota,” ujar Ahmad Luthfi saat mendampingi Menkes Budi Gunadi Sadikin di Puskesmas Pandanaran, Semarang, Selasa (10/2/2026).

Baca Juga :  Ahmad Luthfi: Kunjungan Macron ke Borobudur Pacu Wisata dan Ekonomi Kreatif Jateng

​Layanan yang diberikan meliputi skrining penyakit kritis dan layanan khusus, antara lain:​TBC: 39.031 pemeriksaan. Kesehatan Jiwa: 24.997 pemeriksaan.​ Ibu Hamil (ANC): 11.777 layanan. Kanker Serviks: 4.230 pemeriksaan.

Baca Juga :  Gubernur Ahmad Luthfi Perintahkan Relokasi Warga Cibeunying, Siapkan Lahan 3,5 Hektare di Majenang

​Keberhasilan Speling di Jawa Tengah selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto melalui program Cek Kesehatan Gratis. Hingga November 2025, lebih dari 10,8 juta jiwa di Jateng telah melakukan skrining kesehatan, angka tertinggi di Indonesia.

​Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi langkah progresif Jateng. Ia menekankan bahwa mulai tahun 2026, program ini ditingkatkan menjadi skema pemeriksaan sekaligus pengobatan langsung di tempat.​”Obat langsung diberikan usai pemeriksaan. Kita ingin menjaga agar penyakit seperti hipertensi dan diabetes tidak berlanjut ke komplikasi jantung. Masyarakat harus sehat demi masa depan bangsa,” tandas Menkes.( Joko Longkeyang).