Emsatunews.co.id, Pemalang – Dinamika pemilihan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pemalang periode 2026–2030 mendadak memanas. Salah satu kandidat potensial, Agung Dewanto, secara mengejutkan mengembalikan formulir pendaftaran tanpa melampirkan satu pun surat dukungan dari cabang olahraga (cabor), Minggu (15/3/2026).
Langkah berani ini diambil Agung sebagai bentuk protes keras terhadap proses penjaringan yang dinilainya sudah tidak sehat. Ia mencium adanya upaya sistematis untuk mengunci dukungan cabor sebelum kompetisi resmi dimulai.
Kepada awak media, Agung secara blak-blakan mengungkapkan kekecewaannya. Ia mengaku kesulitan meraih dukungan karena sebagian besar cabor diduga telah dikondisikan oleh pihak tertentu. Bahkan, ia menyinggung adanya oknum panitia yang diduga mencatut nama Bupati untuk mengarahkan suara.”Dukungan cabor seolah sudah dikapling oleh panitia dengan membawa-bawa nama Bupati. Bahkan, saya mencium adanya indikasi praktik bagi-bagi uang di balik layar,” tegas Agung.
Situasi ini membuat proses demokrasi di tubuh organisasi olahraga tersebut terasa semu. Agung mengibaratkan pengalamannya saat mendaftar seperti melangkah di dalam “ruang yang gelap gulita dan hampa”.
Meski telah merogoh kocek cukup dalam untuk memenuhi prasyarat administrasi—seperti biaya pemeriksaan kesehatan senilai Rp400 ribu, SKCK, hingga materai—Agung lebih memilih mundur dengan kepala tegak. Baginya, mempertahankan nilai sportivitas jauh lebih berharga daripada memaksakan diri dalam sistem yang diduga cacat.
Ia sangat menyayangkan jika organisasi yang seharusnya menjadi kawah candradimuka bagi para atlet justru dinodai oleh praktik yang tidak transparan.”Olahraga itu fondasinya adalah kejujuran dan sportivitas. Jika dari awal prosesnya saja sudah tidak sehat, ini sangat memprihatinkan bagi masa depan prestasi olahraga kita,” tutupnya dengan nada kecewa.**( Joko Longkeyang).















