Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahNasionalPemalang

Bidik Kenaikan Pendapatan, Komisi C DPRD Pemalang Kumpulkan Bos BUMD

Joko Longkeyang
20
×

Bidik Kenaikan Pendapatan, Komisi C DPRD Pemalang Kumpulkan Bos BUMD

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Pemalang – Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pemalang bergerak taktis dalam mengawal stabilitas fiskal daerah. Pihak legislatif menggelar rapat kerja maraton bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengelola pendapatan dan pimpinan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di ruang rapat komisi pada Rabu (6/5/2026).

​Pertemuan krusial ini sengaja digelar untuk membedah rancangan Pra-Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026.

Advertisement

​Jalannya rapat kerja dipimpin langsung oleh Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pemalang, Drs. Hepi Priyanto, M.M., dengan dihadiri oleh segenap anggota komisi. Fokus utama pembahasan adalah mengevaluasi target capaian pendapatan daerah serta memaksimalkan kontribusi laba dari perusahaan-perusahaan pelat merah milik Pemda Pemalang sebelum draf Perubahan APBD resmi digulirkan.

Baca Juga :  Selamatkan Lereng Slamet, DPRD Pemalang Desak Penertiban Tambang dan Status Taman Nasional

​Guna mendapatkan kalkulasi data yang akurat dan komprehensif, Komisi C menghadirkan lini pembuat kebijakan dari pihak eksekutif, di antaranya Asisten Ekonomi Pembangunan Sekda serta Kabag Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Pemalang.

​Tidak tanggung-tanggung, seluruh petinggi lembaga keuangan dan perusahaan daerah di Pemalang turut dipanggil dalam ruangan tersebut. Tampak hadir jajaran direksi, komisaris, hingga pimpinan puncak dari berbagai instansi, meliputi: Bank Jateng Cabang Pemalang, PT BKK Jateng Cabang Pemalang (Perseroda), PT BPR BKK Taman (Perseroda), PT Aneka Usaha Kabupaten Pemalang (Perseroda), PT LKM BKD Kabupaten Pemalang (Perseroda), Perumda Air Minum Tirta Mulia Kabupaten Pemalang, PT BPR Bank Pemalang (Perseroda), Pimpinan PLN setempat.

Baca Juga :  Bapemperda DPRD Pemalang Bahas Perubahan Program Pembentukan Perda 2024 dan 2025

​Dalam forum tersebut, pihak legislatif mencecar proyeksi keuntungan serta kendala operasional yang dihadapi tiap perusahaan daerah menjelang pertengahan tahun anggaran. Sinergi dan pengawasan ketat ini diperkuat agar target pendapatan daerah pada APBD Perubahan kelak dapat disusun secara realistis, sehat, dan mampu mendanai berbagai program pembangunan masyarakat secara maksimal.**( Joko Longkeyang).