PEMALANG, emsatunews.co.id – Langkah awal pemetaan instrumen ekonomi di wilayah Kabupaten Pemalang resmi bergulir. Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, mengawali kesuksesan agenda nasional tersebut dengan menjadi responden pertama yang menerima kunjungan langsung dari petugas lapangan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026), Senin (15/6/2026).
Aksi nyata jajaran pimpinan daerah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen sekaligus stimulan bagi warga masyarakat. Kehadiran Bupati sebagai pembuka jalan diharapkan mampu memicu keterbukaan publik dalam menyajikan data yang valid, aktual, dan komprehensif.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pemalang, Teguh Iman Santoso, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas respons positif dan keteladanan yang ditunjukkan oleh kepala daerah. Pihaknya menilai, langkah ini menjadi modal utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap kredibilitas sensus.
”Dukungan penuh dari Bapak Bupati merupakan suntikan motivasi yang sangat berarti bagi ribuan petugas kami di lapangan. Terhitung mulai hari ini hingga akhir Agustus mendatang, sebanyak 1.500 personel akan bergerak menyisir seluruh lini usaha di 14 kecamatan. Kami berharap sikap kooperatif dari pemimpin daerah ini dapat dicontoh oleh segenap pelaku usaha di Pemalang,” ungkap Teguh Iman Santoso di sela-sela proses pendataan.
Teguh menambahkan, SE2026 merupakan program krusial berskala nasional yang bertujuan memotret potret utuh aktivitas usaha, baik yang bergerak di sektor konvensional maupun yang sudah merambah ekosistem digital. Hasil akhir dari pendataan ini nantinya akan dikonversi menjadi cetak biru (blueprint) strategis dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan ekonomi makro maupun mikro.
Di tempat yang sama, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro melayangkan seruan hangat kepada seluruh elemen masyarakat untuk mengawal dan menyukseskan hajatan besar sepuluh tahunan ini. Menurutnya, ketepatan arah pembangunan daerah sangat bergantung pada validitas data yang dihimpun.
”Sensus Ekonomi 2026 adalah kompas kita untuk menentukan arah kebijakan ekonomi Pemalang ke depan. Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat, pedagang, dan pelaku industri untuk menyambut kedatangan petugas dengan baik. Sampaikan informasi yang jujur, akurat, dan apa adanya. Jangan ada keraguan, karena data yang benar adalah fondasi menuju Pemalang yang lebih sejahtera,” pungkas Anom Widiyantoro.
Guna mengantisipasi potensi penolakan (refusal rate) di lapangan, petugas SE2026 akan bergerak secara door-to-door dengan mengenakan identitas dan atribut resmi BPS. Sinergi antara kejujuran responden dan profesionalisme petugas diharapkan mampu melahirkan basis data ekonomi yang sahih demi kemajuan bersama di tanah Pemalang. (Joko Longkeyang)















