Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahNasional

Lampaui Target KPK, Pemprov Jateng Sabet Penghargaan ASN Berintegritas

Joko Longkeyang
5
×

Lampaui Target KPK, Pemprov Jateng Sabet Penghargaan ASN Berintegritas

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, emsatunews.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) sukses menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Pemprov Jateng resmi menerima penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas keberhasilannya mencatatkan capaian tertinggi dalam pelaksanaan piloting Program E-Learning Aparatur Sipil Negara (ASN) Berintegritas.

​Dari target awal sebanyak 2.500 peserta yang dipatok oleh KPK, Pemprov Jateng justru melesat jauh dengan meloloskan hingga 7.245 ASN yang menyelesaikan program tersebut. Angka fantastis ini menunjukkan persentase kelulusan mencapai 289,8 persen, alias hampir tiga kali lipat dari target nasional.

Advertisement

​Apresiasi bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Ketua KPK, Setyo Budiyanto, kepada Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Prosesi penyerahan berlangsung khidmat dalam acara Peluncuran Nasional Program E-Learning ASN Berintegritas di Auditorium Prof. Dr. Agus Dwiyanto, Kantor Lembaga Administrasi Negara, Jakarta Pusat, Rabu (17/06/2026).

​Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa program edukasi digital ini merupakan instrumen yang sangat vital dalam mengonstruksi budaya antikorupsi di lingkungan birokrasi. Bagi Luthfi, integritas bukan sekadar pelengkap, melainkan fondasi fundamental dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

Baca Juga :  Lautan Pelari Padati Solo, Mangkunegaran Run 2026 Sukses Geliatkan Ekonomi

​”Sistem e-learning ini memberikan edukasi yang sangat berharga bagi ASN mengenai pentingnya nilai kejujuran, terutama dalam memitigasi risiko korupsi. Integritas adalah marwah tertinggi dari sebuah institusi,” ujar Ahmad Luthfi usai menerima penghargaan.

Ahmad Luthfi menambahkan, langkah preventif yang diinisiasi oleh KPK ini sangat efektif dalam memupuk kesadaran hukum para aparatur negara agar terhindar dari penyalahgunaan wewenang. Saat ini, Pemprov Jateng menaungi sekitar 47 ribu ASN yang secara bertahap akan terus dibekali pemahaman mendalam mengenai nilai etika dan profesionalisme pelayanan publik.

​Di lokasi yang sama, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Jawa Tengah, Uswatun Hasanah, mengungkapkan rasa bangganya atas antusiasme tinggi yang ditunjukkan oleh jajaran ASN Jateng. Guna menuntaskan seluruh pegawai, pihaknya kini tengah bersiap membuka gelombang pembelajaran berikutnya.

​”Target awal KPK hanya 2.500, namun realisasinya menembus 7.245 ASN. Setelah capaian luar biasa ini, kami segera membuka batch baru dengan kapasitas 3.000 ASN per angkatan demi menjangkau seluruh pegawai Pemprov Jateng,” kata Uswatun.

Baca Juga :  Peduli Oleh Raga Herry Setiawan Sponsori Turnamen Bola Volley Wanita di Dukuh Kemamang

​Meski menorehkan rapor hijau, Uswatun mengakui pelaksanaan program sempat menghadapi kendala teknis akibat lonjakan trafik saat ribuan peserta mengakses peladen (server) secara bersamaan. Mengatasi hal itu, BPSDMD bersama Dinas Komunikasi dan Informatika Digital Provinsi Jawa Tengah telah menyiapkan mitigasi konkret berupa penguatan infrastruktur dan migrasi ke Virtual Private Server (VPS).

​Uswatun optimistis target internal untuk merampungkan seluruh program bagi ASN tingkat provinsi dapat diselesaikan dalam kurun waktu enam bulan ke depan, sebelum nantinya diperluas ke tingkat kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

​Sementara itu, Ketua KPK Setyo Budiyanto memberikan apresiasi tinggi kepada 12 kementerian dan pemerintah daerah yang menjadi pelopor dalam piloting program ini. KPK berharap program yang kini telah menjangkau 55.493 ASN secara nasional tersebut dapat bertransformasi menjadi gerakan masif di seluruh Indonesia.

​”Dari total sekitar 6,7 juta ASN di Indonesia, saat ini baru sekitar 55 ribu yang terjangkau. Oleh karena itu, pascapeluncuran resmi ini, kami mendorong Program E-Learning ASN Berintegritas menjadi gerakan nasional demi memperkuat benteng moral aparatur negara,” pungkas Setyo.*( Joko Longkeyang).