Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahNasional

Menggiurkan! 49 Bos Besar Nasional Lirik Kawasan Industri Baru di Jateng

Joko Longkeyang
5
×

Menggiurkan! 49 Bos Besar Nasional Lirik Kawasan Industri Baru di Jateng

Sebarkan artikel ini

SEMARANG, Emsatunews.co.id — Daya pikat investasi di Provinsi Jawa Tengah (Jateng) tampaknya kian tak terbendung. Sebanyak 49 pengusaha papan atas dari berbagai penjuru tanah air secara khusus turun gunung untuk memetakan peluang bisnis dan menjajaki kerja sama strategis di wilayah ini.

​Rombongan investor kakap ini hadir dalam platform “Disway Explore Business with Dahlan Iskan Central Java Series”. Mereka disambut langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam sebuah jamuan di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Kamis malam (18/6/2026).

Advertisement

​Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Luthfi membedah tuntas peta kekuatan ekonomi Jateng. Ia meyakinkan para pengusaha bahwa wilayah yang dipimpinnya kini memiliki ekosistem investasi yang sangat sehat, mulai dari kesiapan infrastruktur, jaminan kepastian hukum, hingga ketersediaan lahan industri yang representatif.

​”Terima kasih karena seluruh pengusaha sudah datang ke tempat kita untuk melakukan studi komparatif, termasuk melihat apakah pengembangan investasi di Jawa Tengah akan menarik,” ungkap Luthfi di hadapan para peserta.

​Angka Fantastis dan Magnet “Green Energy”

​Bukan sekadar klaim, daya tarik Jateng disokong oleh data realisasi yang impresif. Sepanjang tahun 2025 lalu, realisasi investasi di Jateng sukses menyentuh angka Rp110,02 triliun.

Baca Juga :  Brebes Bakal Jadi Pusat Susu Nasional, Mega Farm 30 Ribu Sapi Segera Dibangun!

​Tren positif ini berlanjut pada triwulan I tahun 2026 dengan torehan investasi mendekati Rp23 triliun. Angka tersebut dipastikan bakal melonjak tajam seiring dengan masuknya megaproyek pengembangan industri kendaraan listrik terintegrasi di Kabupaten Kendal yang bernilai sekitar Rp15 triliun.

​Saat ini, Jateng mengandalkan beberapa motor penggerak ekonomi berupa kawasan industri strategis. Di antaranya adalah KEK Industropolis Batang, Kawasan Industri Kendal (KIK), serta klaster industri di Semarang, Demak, dan Brebes.

​Bahkan, ekspansi kawasan ekonomi ini diprediksi terus meluas. Tercatat ada 12 daerah lain di Jateng yang kini sedang mengajukan usulan untuk membuka kawasan industri baru.

​Selain korporasi skala besar, urat nadi perekonomian Jateng juga diperkuat oleh keberadaan 4,93 juta unit usaha. Dari jumlah itu, sebanyak 56.286 masuk dalam kategori usaha besar dan menengah, sedangkan 4,8 juta lainnya merupakan sektor UMKM yang sebagian produknya telah menembus pasar internasional.

​”Saya sudah sampaikan, Jawa Tengah ini menarik. Kalau tidak investasi di Jawa Tengah, akan rugi,” tutur Luthfi optimis.

Baca Juga :  Pecah Rekor! Jateng Amankan WTP ke-15 Sekaligus Jawara TLRHP Nasional

​Efek Domino Infrastruktur: “Menyedot” Barat dan Timur

​Di tempat yang sama, tokoh pers nasional sekaligus inisiator rombongan, Dahlan Iskan, memberikan testimoninya. Menurut Dahlan, wajah infrastruktur Jawa Tengah telah mengalami transformasi total yang mengubah sudut pandang para pelaku usaha.

​Ia menyoroti bagaimana koridor Pantai Utara (Pantura) Jawa kini menjelma menjadi sabuk industri yang sangat dinamis. Jika dahulu Jateng kerap dilewati karena kendala aksesibilitas, kini kondisinya justru berbalik seratus delapan puluh derajat.

​”Sekarang Jawa Tengah nyedot (investasi) dari Barat dan nyedot dari Timur. Itu juga karena Gubernurnya,” puji Dahlan Iskan.

​Sebagai informasi, kunjungan kerja para pengusaha ini tidak hanya di atas kertas. Rombongan dijadwalkan melihat langsung operasional beberapa perusahaan raksasa di Jateng, seperti pusat layanan Halo BCA di Semarang, sentra pabrik mebel orientasi ekspor, hingga lini produksi sepeda motor listrik milik Polytron.

​Agenda studi komparatif ini ditutup dengan kunjungan ke PT Sido Muncul untuk membedah inovasi industri berbasis herbal yang telah sukses merambah pasar global.( Joko Longkeyang ).