Berita UtamaDaerahPemalang

Tragis! Siswa SD Tewas Tertabrak Kereta di Semarang, Ahmad Luthfi Turun Tangan

Joko Longkeyang
7
×

Tragis! Siswa SD Tewas Tertabrak Kereta di Semarang, Ahmad Luthfi Turun Tangan

Sebarkan artikel ini

SEMARANG, Emsatunews.co.id — Tragedi memilukan mewarnai hari pertama masuk sekolah di Kota Semarang. Seorang siswa Sekolah Dasar (SD) dilaporkan tewas setelah sepeda motor yang ditumpanginya tertabrak kereta api barang di perlintasan sebidang Jalan Kokrosono, Kecamatan Semarang Tengah, pada Senin (20/7/2026) pagi.

Tonton video ini :

Advertisement

​Merespons kejadian tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi langsung turun tangan memastikan penanganan medis para korban sekaligus memberikan santunan sebagai bentuk duka mendalam.

​Kronologi Kejadian: Nekat Terobos Palang Pintu

​Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Berdasarkan data yang dihimpun dari kepolisian, kecelakaan bermula saat sepeda motor Honda Supra yang dikendarai oleh Rujito (45) memboncengkan dua anak, yakni HRA (9) dan ZIA (12). Mereka diketahui hendak menuju ke sekolah pada awal tahun ajaran baru.

​Saat tiba di perlintasan Kokrosono, petugas jaga sebenarnya sudah menutup palang pintu dan membunyikan sirene karena ada kereta barang yang melaju kencang dari arah barat menuju timur. Namun, pengendara motor diduga tetap melintas hingga bagian belakang kendaraan dihantam dengan keras oleh badan kereta.

Baca Juga :  Setelah Puluhan Tahun Dibiarkan Rusak Parah Areal Terminal Bus Sukorejo Akhirnya Diaspal

​Akibat benturan keras tersebut, ketiga korban terpental ke pembatas jalan dan langsung tidak sadarkan diri. Warga di sekitar lokasi bersama petugas segera mengevakuasi para korban ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Sayangnya, nyawa HRA (9), yang merupakan warga Kaliasin, Semarang Utara, tidak tertolong. Sementara itu, Rujito dan ZIA masih dalam kondisi kritis akibat luka berat di bagian kepala.

​Ahmad Luthfi Instruksikan Pengobatan Gratis bagi Korban

​Mendengar kabar duka ini, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Ia menegaskan bahwa pemerintah provinsi akan hadir penuh untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.

​”Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan seluruh jajaran, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Ini adalah duka yang sangat mendalam bagi kita semua, terlebih terjadi di momen anak-anak kita bersiap menuntut ilmu di hari pertama sekolah,” ujar Ahmad Luthfi dengan nada berat.

​Luthfi bergerak cepat dengan memerintahkan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah untuk berkoordinasi langsung dengan pihak RSUP Dr. Kariadi. Ia menginstruksikan agar seluruh biaya pengobatan korban selamat ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah.

Baca Juga :  Perhatikan Kelayakan Makanan WBP, Kakanwil Kemenkumham Jateng Apresiasi Kebersihan Rutan Pemalang

​”Rumah sakit sudah saya perintahkan untuk memberikan penanganan terbaik dan kita bantu penuh. Dinas Kesehatan segera bergerak agar beban penderitaan keluarga dapat diringankan,” tegasnya.

​Imbauan Tegas: Stop Terobos Perlintasan Kereta!

​Tragedi ini menjadi pemantik keras bagi pemerintah untuk kembali mengingatkan masyarakat akan pentingnya disiplin berlalu lintas. Ahmad Luthfi mengimbau dengan sangat agar masyarakat tidak lagi bersikap ceroboh dan mengabaikan sirene peringatan di perlintasan kereta api.

​Menurut Luthfi, menghentikan kendaraan saat palang pintu mulai turun bukan sekadar mematuhi aturan, melainkan demi menyelamatkan nyawa. Kecepatan kereta api sering kali menipu pandangan mata manusia, sehingga berspekulasi menerobos jalurnya adalah tindakan yang sangat berbahaya.

​”Apabila sudah ada tanda-tanda dari petugas, apalagi sirene peringatan sudah berbunyi, palang pintu belum turun sekalipun, masyarakat harus wajib berhenti! Jangan mengorbankan keselamatan hanya karena terburu-buru,” imbau Luthfi tegas.

​Ia berharap kejadian memilukan di Jalan Kokrosono ini menjadi pelajaran berharga yang terakhir bagi warga Jawa Tengah. “Jangan sampai tragedi seperti ini terulang kembali. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas bersama,” pungkasnya.