PEMALANG, Emsatunews.co.id — Suasana biru yang meriah dan penuh semangat membara menyelimuti Desa Balutan, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, Sabtu malam (22/8). Ratusan warga tumpah ruah memadati kawasan tersebut untuk menyaksikan puncak perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-81 melalui ajang legendaris Estafet Obor Comal 2026.

Kemeriahan malam itu terasa semakin istimewa dengan kehadiran langsung Plt. Bupati Pemalang, Nurkholes, bersama Anggota DPR RI Dapil Jawa Tengah X, Rizal Bawazier. Tak hanya dari Comal, antusiasme juga datang dari peserta lintas wilayah mulai dari Ulujami, Petarukan, hingga Ampelgading.
Digelar sejak 2023, ajang ini menjelma menjadi lebih dari sekadar lomba lari malam. Dengan aturan ketat di mana obor wajib menyala hingga garis finis, sebanyak 48 grup (masing-masing 3 orang) beradu cepat menempuh jarak 250 meter demi memperebutkan hadiah utama. Ajang ini juga sukses menjadi pusat penggerak ekonomi kerakyatan lewat deretan stan kuliner dan produk UMKM lokal.

Plt. Bupati Pemalang, Nurkholes, memberikan apresiasi tinggi terhadap kreativitas warga dan berencana menaikkan skala acara ini di masa mendatang.”Kegiatan ini sangat luar biasa. Kalau saat ini masih berskala kecamatan, ke depannya kita tingkatkan secara bertahap menjadi event tingkat Kabupaten. Potensinya sangat besar,” ujar Nurkholes, yang bahkan berseloroh siap mendukung hadiah sapi untuk tahun depan, disambut gelak tawa riuh warga.
Senada dengan hal tersebut, Anggota DPR RI Rizal Bawazier menilai bahwa gelora estafet obor ini merepresentasikan energi positif masyarakat untuk bangkit bersama.”Pemalang butuh lari, butuh bergerak bersama-sama untuk membangun daerah. Kegiatan ini menggambarkan semangat pemuda, kebersamaan, dan harapan yang sama untuk kemajuan Pemalang,” tegas politisi yang akrab disapa RB ini.
Ketua Panitia Estafet Obor Comal, Irwan Safei, bersyukur atas suksesnya penyelenggaraan tahun 2026 yang dinilai paling meriah sepanjang sejarah pelaksanaannya. Dengan dukungan penuh dari pemimpin daerah dan antusiasme masyarakat, tradisi ini diyakini akan terus menjadi simbol abadi persatuan sekaligus motor penggerak ekonomi lokal.( Joko Longkeyang).














