SEMARANG, Emsatunews.co.id — Semangat membara menyelimuti ruang Muria Kompleks Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDM) Jawa Tengah. Puluhan santri berbusana muslim rapi tampak antusias mengikuti seleksi wawancara beasiswa santri dan pengasuh pesantren yang digulirkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada Sabtu, 25 Juli 2026.
Di usianya yang ke-81, Pemprov Jateng di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen membuktikan komitmen nyata dalam mendongkrak kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di lingkungan pondok pesantren melalui program unggulan Pesantren Obah.
Berdasarkan data Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Jateng, sebanyak 942 pendaftar antusias berebut kursi beasiswa ini. Setelah melalui seleksi akademik, baca kitab kuning, hafalan Al-Qur’an, hingga wawasan kebangsaan, terpilih 73 orang terbaik yang lolos beasiswa dalam dan luar negeri, termasuk ke China, Al Azhar Mesir, hingga Yaman.
Dari Kudus hingga China: Asa Baru Para Santri
Program ini menjadi angin segar bagi santri berprestasi yang terkendala biaya. Aqila Keisha Haulina, santri asal Kudus, mengaku sangat bersyukur bisa lolos kuliah di Jurusan Kedokteran Gigi Universitas Diponegoro (Undip) tanpa harus memikirkan beban berat Uang Kuliah Tunggal (UKT).”Saya berharap bisa menjadi dokter gigi yang adil, sungguh-sungguh, dan tidak melupakan ajaran agama dengan tetap menerapkan sisi kemanusiaan,” ujar Aqila penuh haru.
Senada dengan Aqila, Akhmad Khafidz Al Mubarok, penerima beasiswa lainnya, sukses mengamankan tiket kuliah S1 bidang Saintek Computer Science and Technology di Dalian University of Technology, China. Impiannya mendalami pusat teknologi dunia kini selangkah lebih nyata demi mengangkat derajat keluarga.
Cetak SDM Unggul untuk Pesantren
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan bahwa santri memiliki nilai lebih dibanding mahasiswa umum karena dibekali fondasi moral, akhlak, dan toleransi yang kuat.”Santri ini luar biasa karena mempunyai nilai lebih. Santri diajarkan tentang toleransi beragama dan apapun tentang aturan kebenaran,” tegas Luthfi.
Sementara itu, Wagub Taj Yasin Maimoen menambahkan, para penerima beasiswa nantinya diharapkan kembali dan mendedikasikan ilmu mereka untuk membangun pesantren, mulai dari bidang kesehatan, pertanian, hingga teknologi.
Selain beasiswa pendidikan, Pemprov Jateng juga menggelontorkan ribuan tali asih senilai masing-masing Rp1 juta bagi santri penghafal Al-Qur’an tanpa memandang domisili KTP, demi menjemput berkah bagi pembangunan Jawa Tengah.( Joko Longkeyang).














