PEMALANG, Emsatunews.co.id — Ada pemandangan berbeda di Kantor Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Pemalang, Minggu (23/8/2026). Sejumlah perwakilan kader dari 14 Pengurus Anak Cabang (PAC) berkumpul guna mengikuti tahapan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) untuk masa bakti 2026-2031.

Agenda krusial ini dirancang untuk menyaring figur-figur terbaik yang siap memimpin partai di tingkat kecamatan. Menariknya, dalam proses seleksi ketat ini, standar usia maksimal calon pengurus dipatok pada angka 35 tahun demi mendapatkan kematangan kepemimpinan.
Sekretaris DPC PKB Kabupaten Pemalang, Ma’mun Riyad, S.Sos., menjelaskan bahwa penjaringan ini merupakan langkah taktis untuk memperkokoh struktur partai hingga ke lini terbawah.”Melalui UKK ini, kami ingin memastikan bahwa estafet kepemimpinan di tingkat kecamatan diisi oleh figur-figur yang benar-benar siap bekerja nyata untuk masyarakat,” ungkap Ma’mun saat dikonfirmasi via WhatsApp, Minggu (23/8/2026).
Menjaga objektivitas seleksi, DPC PKB Pemalang turut menghadirkan perwakilan dari Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Jawa Tengah, Abdul Hamid, langsung sebagai tim penguji. Kehadiran tim tingkat wilayah ini sekaligus berfungsi untuk memperkuat standarisasi kualitas kaderisasi daerah.

Ketua DPC PKB Pemalang, Ajeng Triyani, dalam arahannya menekankan bahwa UKK bukan sekadar formalitas, melainkan gerbang utama konsolidasi partai.
”UKK ini kita laksanakan untuk memastikan calon Ketua DPAC memiliki kelayakan secara ideologi, integritas, dan kapasitas kepemimpinan. Kami ingin di tingkat kecamatan lahir pengurus yang paham AD/ART, platform PKB, dan siap gemregut nyawiji memenangkan PKB di Pemalang,” tegas Ajeng penuh semangat.
Senada dengan hal tersebut, Abdul Hamid menegaskan bahwa partainya membutuhkan kader yang tidak sekadar loyal, tetapi juga memiliki militansi tinggi serta wawasan kebangsaan yang luas.
”DPW hadir untuk memastikan proses ini berjalan objektif. Calon pengurus DPAC ke depan harus mampu menjadi motor penggerak di wilayahnya, dekat dengan ulama, kiai, dan masyarakat. Ini bekal kita menghadapi agenda politik lima tahun ke depan,” papar Abdul Hamid.
Adapun materi pengujian yang harus diselesaikan oleh para peserta meliputi wawasan kebangsaan, ke-NU-an, pemahaman Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), strategi pemenangan, hingga komitmen pengabdian kepada rakyat.
Dengan tuntasnya rangkaian UKK ini, DPC PKB Pemalang menaruh asa besar agar kepengurusan DPAC yang terbentuk nantinya benar-benar solid, tangguh, dan menjadi mesin penggerak utama kemenangan partai pada pemilu mendatang.*( Joko Longkeyang).














