TEGAL, Emsatunews.co.id – Gelaran Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) II Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah di Hotel Sun Q Ta, Guci, Kabupaten Tegal, resmi berakhir pada Minggu (13/9/2026). Forum strategis ini melahirkan dua rekomendasi eksternal tegas yang menyasar isu penegakan hukum dan penyelamatan generasi muda.
Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, M. Sidqon Prabowo, menegaskan bahwa rekomendasi tersebut lahir dari aspirasi Pengurus Cabang (PC) se-Jawa Tengah. Poin pertama menuntut pemerintah serta aparat penegak hukum untuk menghentikan praktik penambangan galian C ilegal yang makin marak dan merusak ekosistem alam daerah.”Aktivitas perusakan lingkungan ini berlangsung nyata di depan mata. Kami mendesak aparat segera menindak tegas tanpa kompromi,” ujar pria yang akrab disapa Gus Sidqon tersebut.
Poin kedua menyoroti ancaman sosial yang mengintai generasi muda, yakni maraknya peredaran obat keras ilegal—seperti Tramadol dan Hexymer—yang merambah hingga pelosok desa. Selain itu, Ansor Jateng mendesak Kementerian Komunikasi dan Digital bersama Polda Jateng mempercepat pemblokiran situs judi online (judol) serta menangkap para bandar dan promotornya.
Bahkan, Ansor mengusulkan sanksi tegas berupa pencabutan bantuan sosial (bansos) bagi warga yang terbukti menampung atau menggunakan rekening untuk transaksi judi online.
Menindaklanjuti hasil keputusan ini, Sekretaris PW GP Ansor Jateng, Husein Ahmadi, menyatakan pihak instansi akan segera menyurat secara resmi kepada pemangku kebijakan terkait.
Acara yang berlangsung selama dua hari sejak Sabtu (12/9/2026) ini dihadiri 32 perwakilan PC se-Jateng, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, Ketua PWNU Jateng H. Abdul Ghaffar Rozin, serta Wakil Ketua Umum PP GP Ansor Dwi Winarno..
Penulis : Ahmad Rifqi Hidayat.
Editor : Ahmad Joko SSP, S.H., C. Neg. CPMed.














