Emsatunews.co.id, Pemalang – Pesta demokrasi tingkat desa di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah kini mulai memasuki babak baru yang sarat antisipasi. Suhu politik lokal mendadak hangat seiring bermunculannya figur-figur potensial yang siap membawa perubahan nyata bagi masyarakat akar rumput. Salah satu figur segar yang sukses mencuri perhatian publik daerah setempat adalah Imron Mundhofar, sosok visioner yang resmi mendeklarasikan diri sebagai calon Kepala Desa Karangbrai, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

Langkah politik Imron mantap menatap bursa pemilihan setelah berkas pendaftarannya dinyatakan lengkap dan diterima oleh panitia setempat pada Jumat, 28 Agustus 2026 lalu. Momentum penting ini sekaligus menandai kesiapan sang kandidat untuk merajut asa baru bersama warga, menyusul jadwal resmi pemungutan suara Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Karangbrai yang rencananya bakal dihelat serentak pada Senin, 9 November 2026 mendatang.
Saat ditemui di kediamannya pada Kamis, 3 September 2026, Imron membeberkan motivasi mendasar di balik pencalonannya. Dengan gaya komunikasi yang santai namun bernas, ia menegaskan bahwa keikutsertaannya dalam bursa pemilihan kepala desa bukan sekadar ambisi politik personal, melainkan sebuah panggilan moral untuk berpartisipasi aktif membangun tanah kelahiran.”Kita semua mempunyai keinginan yang luhur untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan desa, secara langsung maupun tidak langsung. Di antara ruang jalan yang terbuka dan dapat diikuti seluruh masyarakat desa, adalah dengan mengikuti proses pemilihan kepala desa,” ungkap Imron dengan penuh optimisme.
Mengusung tagline energik “Maju Desanya Sejahtera Warganya”, Imron mematok target besar untuk mendongkrak kualitas hidup masyarakat di berbagai sektor. Ia menyadari bahwa tantangan pembangunan pedesaan di era modern menuntut kecepatan adaptasi, transparansi, serta eksekusi program kerja yang benar-benar menyentuh kebutuhan hajat hidup orang banyak.
Guna mewujudkan cita-cita besar tersebut, Imron telah merumuskan visi utama yang solid, yakni “Terwujudnya Desa yang Maju Mandiri dan Sejahtera”. Visi strategis ini kemudian dijabarkan secara terukur melalui lima pilar misi utama yang menjadi cetak biru kepemimpinannya:
Pertama, di sektor birokrasi dan pelayanan publik, ia berkomitmen menghadirkan tata kelola pemerintahan yang responsif melalui sistem pelayanan yang mudah, solutif, dan cepat. Kedua, terkait infrastruktur, pembangunan fisik dipastikan akan digenjot secara merata dan tepat guna tanpa ada ketimpangan antarwilayah dusun.
Ketiga, Imron memberikan perhatian khusus pada aspek pembangunan sumber daya manusia melalui program pembinaan masyarakat yang berkelanjutan serta pemberdayaan intensif agar warga desa semakin produktif. Keempat, ia membidik optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam secara arif guna mengatasi berbagai kendala lingkungan sekaligus mendongkrak potensi unggulan desa. Terakhir, kelima, penguatan sektor pertanian diposisikan sebagai pilar krusial mengingat mayoritas mata pencaharian warga setempat bergantung pada sektor agraris.
Melalui paparan visi-misi yang komprehensif tersebut, kehadiran Imron Mundhofar di panggung Pilkades Karangbrai diyakini mampu menjadi magnet tersendiri bagi para pemilih pemula maupun masyarakat luas. Dinamika politik yang sehat dan kompetitif ini diharapkan mampu melahirkan pemimpin yang benar-benar amanah demi kemajuan Kabupaten Pemalang ke depan.( Joko Longkeyang).














