Berita UtamaDaerahPemalang

Serap Aspirasi di Pemalang, Rizal Bawazier Buka Jalan CSR BUMN dan Dana Talangan Magang Jepang

Joko Longkeyang
4
×

Serap Aspirasi di Pemalang, Rizal Bawazier Buka Jalan CSR BUMN dan Dana Talangan Magang Jepang

Sebarkan artikel ini

PEMALANG, Emsatunews.co.id – Anggota DPR RI Komisi VI dari Fraksi PKS, Rizal Bawazier, mendorong penguatan sumber daya manusia (SDM) sekaligus pengembangan unit usaha mandiri di lingkungan SMK Muhammadiyah 1 Pemalang (SMK Mutu). Langkah strategis tersebut mengemuka saat agenda serap aspirasi yang digelar di aula sekolah setempat pada Selasa (3/11/2026).

​Kegiatan reses tersebut dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan daerah dan pihak sekolah. Tampak hadir Ketua DPD PKS Kabupaten Pemalang Priwantoro, Kepala SMK Mutu Pemalang Hasanudin, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Ardian Aris Hidayat, serta jajaran perwakilan guru.

​Dalam dialog interaktif tersebut, Rizal menegaskan komitmennya untuk mengawal setiap aspirasi masyarakat di daerah pemilihan (Dapil) X Jawa Tengah secara lintas sektor. Meski Komisi VI membidangi BUMN, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM, ia siap menjembatani kebutuhan sekolah hingga ke kementerian terkait.​”Prinsipnya kami bekerja untuk menyerap aspirasi masyarakat di dapil. Meskipun kemitraan utama ada di Komisi VI, sinergi lintas komisi seperti ke Kementerian Pendidikan maupun Pekerjaan Umum tetap bisa diupayakan demi kemajuan daerah,” ujar Rizal di hadapan peserta yang hadir.

​Dorong CSR BUMN untuk Muhammadiyah Net dan Sarpras

Baca Juga :  Nilai Mansur Hidayat Orang Yang Jujur, Rizal Bawazier Ajak Awak Media Bersinergi

​Salah satu topik hangat yang dibahas yakni keberadaan teaching factory (TeFa) berbasis penyedia layanan internet mandiri bernama Muhammadiyah Net. Unit usaha ini telah melayani sekitar 80 pelanggan dengan jaringan fiber optic.

​Namun, operational Muhammadiyah Net masih terkendala kebutuhan perangkat power supply cadangan senilai Rp20 juta hingga Rp40 juta untuk mengantisipasi pemadaman listrik. Selain itu, pihak sekolah menyampaikan keterbatasan laboratorium praktik Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT) yang kerap dialihfungsikan menjadi ruang kelas akibat lonjakan jumlah siswa, hingga kebutuhan peremajaan proyektor.

​Menanggapi kendala tersebut, Rizal menyarankan pihak sekolah untuk segera menyusun proposal bantuan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau CSR BUMN. Ia menyebut potensi alokasi anggaran CSR yang dapat diakses bisa mencapai Rp200 juta.

​Solusi Dana Talangan Magang ke Jepang

​Tak hanya persoalan teknologi, pertemuan ini juga menyoroti program unggulan sekolah yang siap memberangkatkan tujuh siswa ke Jepang untuk mengikuti program magang kerja. Program internasional yang konsisten berjalan selama dua tahun terakhir ini menjadi bukti daya saing lulusan SMK Mutu Pemalang di tingkat global.

Baca Juga :  Perkuat Stabilitas Daerah, Rizal Bawazier Dorong Sinergi Pangan di Pekalongan

​Kendati demikian, Kepala SMK Mutu Pemalang, Hasanudin, membeberkan bahwa beban pembiayaan awal keberangkatan kerap menjadi kendala bagi orang tua siswa dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. Pihaknya juga mengusulkan pembangunan ruang pelatihan hard skill mandiri di area sekolah.

​Guna mengatasi hambatan biaya tersebut, Rizal memberikan solusi konkret berupa fasilitasi surat rekomendasi dan dukungan resmi ke bank-bank BUMN yang tergabung dalam Himbara, seperti BSI, Mandiri, BNI, BRI, dan BTN.”Melalui skema ini, para siswa dapat memanfaatkan fasilitas dana talangan yang pengembaliannya dicicil secara mandiri dari penghasilan mereka selama bekerja di Jepang,” jelasnya.

​Revitalisasi Ritel Mutu Mart

​Di sektor kewirausahaan, audiensi turut membahas revitalisasi unit usaha ritel sekolah, Mutu Mart, yang memerlukan suntikan modal dan pembenahan perlengkapan toko. Rizal menjelaskan bahwa penguatan sektor ritel sekolah maupun pembenahan sarana ibadah dapat diintegrasikan melalui skema proposal CSR BUMN dan program kemitraan lembaga.

​Kunjungan kerja ini diharapkan dapat memantapkan sinergi antara legislatif, struktur partai, dan lembaga pendidikan di Kabupaten Pemalang guna mencetak generasi muda yang kompeten, mandiri, serta berdaya saing internasional.**( Joko Longkeyang).