Emsatunews.co.id, Pemalang – Di tengah tantangan krisis tenaga kerja pertanian di perdesaan, puluhan petani dari Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, melakukan langkah konkret dengan mengadopsi mekanisasi pertanian modern. Kelompok tani yang tergabung dalam Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Ngrampal melakukan studi tiru ke pusat inovasi Ponco Tani di Desa Bodeh, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah pada Sabtu (17/1/2026).

Sebanyak 50 orang, yang terdiri dari pengurus KTNA, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), serta Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), meninjau langsung metode tanam padi modern. Fokus utama kunjungan ini adalah penggunaan mesin tanam padi otomatis yang mampu mengefisiensi waktu dan biaya produksi secara signifikan serta membuat persemaian padi kering
Koordinator PPL Kecamatan Ngrampal, Sapto Wibowo, menyatakan bahwa langkah ini merupakan respons terhadap dinamika sektor pertanian yang mulai beralih ke arah digital dan mekanik. Menariknya, para petani mengetahui keberadaan inovasi di Kabupaten Pemalang ini melalui media sosial, khususnya akun TikTok @poncotani.
Ketua KTNA Kecamatan Ngrampal, Agus Widodo, menjelaskan bahwa kunjungan ini dilakukan dengan anggaran secara swadaya oleh para anggota. Menurutnya, motivasi utama mereka adalah komitmen untuk meningkatkan taraf ekonomi petani melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan terbaru. “Kegiatan ini didanai secara mandiri oleh KTNA. Harapannya, ilmu yang didapat mampu meningkatkan produktivitas pertanian secara otomatis, yang kemudian berdampak pada kesejahteraan ekonomi petani. Langkah ini juga menjadi bentuk dukungan nyata kami terhadap program swasembada pangan dan ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto,” ujar Agus di sela-sela kegiatan.
Ponco Widodo, sang inovator sekaligus pemateri dari Ponco Tani, mengungkapkan bahwa teknologi yang ia kembangkan berangkat dari keresahan pribadi sebagai petani selama dua dekade. Sulitnya mencari tenaga tanam padi manual mendorongnya menciptakan mesin tanam yang mudah dioperasikan. Ada dua varian mesin yang diperkenalkan kepada peserta studi tiru, yakni mesin tanam dengan sistem 4 baris jarum dan 6 baris jarum. Teknologi ini memungkinkan petani melakukan penyemaian benih kering secara langsung di lahan dengan sistem mekanis.”Ini adalah hasil aplikasi dari pengalaman saya menjadi petani selama 20 tahun dalam membuat bibit padi kering. Sementara itu mesin tanam padi modern dengan bermerek Ponco Tani baru kami lounching 6 ( enam) bulan lalu, mesin ini kami desain agar efisien dan sangat mudah dioperasikan oleh petani dari berbagai kalangan usia serta petani perempuan juga bisa mengoperasikan,” tutur Ponco.
Lebih lanjut disampaikan Ponco Widodo, Kunjungan pada Sabtu ini tidak hanya diikuti oleh petani dari Sragen. Antusiasme terhadap mekanisasi pertanian modern terlihat dari hadirnya rombongan petani dari Kabupaten Blora, Kendal, Grobogan, Sidorejo, Indramayu, hingga perwakilan dari Kabupaten Lampung Tengah. Hal ini menunjukkan adanya tren positif di mana petani Indonesia kini semakin terbuka terhadap kemajuan teknologi demi menjaga kedaulatan pangan nasional.( Joko Longkeyang).















