Emsatunews.co.id, Pemalang – Bencana banjir bandang yang melanda wilayah Kecamatan Pulosari tidak hanya merusak infrastruktur jalan, tetapi juga melumpuhkan akses air bersih warga. Tercatat, ribuan sambungan pelanggan Perumda Air Minum Tirta Mulia Kabupaten Pemalang terdampak akibat rusaknya jaringan pipa utama yang diterjang derasnya arus banjir.
Plt. Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Mulia Kabupaten Pemalang, Moch. Arief Setiawan, turun langsung menyisir titik-titik kerusakan, Sabtu (24/1). Didampingi Direktur Teknik Djulianto dan Manajer Area Budi Purwanto, jajaran direksi mengecek kondisi pipa yang menggantung di Jembatan Kaliagung, Desa Nyalembeng.”Kondisinya cukup memprihatinkan. Dari delapan jembatan pipa yang kami miliki di wilayah Pulosari, lima di antaranya mengalami kerusakan parah akibat hantaman material banjir bandang,” ungkap Moch. Arief di sela-sela peninjauan lapangan.
Kerusakan masif ini memicu gangguan distribusi air bersih yang cukup luas. Dari lima desa yang dilayani PDAM di wilayah tersebut, empat desa yakni Pulosari, Nyalembeng, Cikendung, dan Penakir kini mengalami mati total.
Berdasarkan data teknis, sebanyak 2.343 pelanggan dari total 2.629 pelanggan di Kecamatan Pulosari terdampak langsung oleh insiden ini. Tim teknik dari Area Divisi Pulosari kini tengah berjaga dan mulai melakukan pergantian pipa secara bertahap di lokasi yang sudah memungkinkan secara keamanan.”Kami masih terus menginventarisasi titik-titik kerusakan tambahan sembari memantau cuaca. Perbaikan akan kami maksimalkan segera setelah kondisi lapangan dinyatakan aman bagi petugas,” tambahnya.
Sebagai langkah darurat guna menjamin kebutuhan dasar warga dan para penyintas bencana, Perumda Tirta Mulia telah mengerahkan dua armada truk tangki air bersih. Langkah ini dilakukan melalui koordinasi intensif dengan BPBD Kabupaten Pemalang.”Prioritas kami adalah menyuplai air bersih ke titik-titik pengungsian dan pemukiman warga yang terdampak. Dua truk tangki sudah diterjunkan ke lapangan agar kebutuhan pangan dan sanitasi warga tetap terpenuhi selama masa pemulihan jaringan,” pungkas Arief.
Pihak manajemen meminta masyarakat untuk bersabar selama proses perbaikan berlangsung, mengingat medan yang cukup berat dan kondisi cuaca di lereng Gunung Slamet yang masih belum menentu. **( Joko Lingkeyang)















