Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahPemalang

Kala Sungai Comal Kembali Memuntahkan Isinya, Slamet Ramuji Katakan Ekonomi Pesisir Akan Lumpuh

Joko Longkeyang
56
×

Kala Sungai Comal Kembali Memuntahkan Isinya, Slamet Ramuji Katakan Ekonomi Pesisir Akan Lumpuh

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Pemalang ​– Pagi buta di pesisir Kabupaten Pemalang, Selasa (27/1/2026), tidak diawali dengan deru mesin perahu nelayan menuju laut, melainkan oleh kepanikan warga menghadapi luapan air. Sungai Comal kembali meluap sebelum fajar menyingsing, mengirimkan debit air besar yang menerjang permukiman dan memutus urat nadi ekonomi warga di wilayah Kecamatan Comal, hingga Kecamatan Ulujami.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pemalang, Slamet Ramuji, yang turun langsung ke lokasi sejak subuh, menyebut situasi ini sebagai paradoks tahunan yang menyesakkan. Bagi masyarakat pesisir, hujan bukan lagi berkah, melainkan ancaman kehilangan mata pencaharian.​”Ini dilema yang kami hadapi setiap musim penghujan. Kami terjepit di antara banjir rob dari laut dan luapan sungai dari hulu,” ujar Slamet kepada Tempo melalui sambungan pesan instan, Selasa (27/1/2026).

Advertisement
Baca Juga :  Pjs. Bupati Pemalang Hadiri Pelantikan Slamet Ramuji Jadi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pemalang  

Dampak dari luapan Comal kali ini tidak main-main. Ribuan perahu kecil milik nelayan tradisional kini tertambat paksa. Arus sungai yang liar dan genangan yang masuk ke permukiman membuat aktivitas melaut mustahil dilakukan.

​Legislator dari Fraksi PKB ini menyoroti dampak ekonomi yang langsung menghantam dapur warga. “Otomatis sumber pendapatan mereka mampet. Nelayan tidak bisa melaut, aktivitas pasar ikan terhenti. Ini menyangkut hidup ribuan jiwa di Dapil 4,” tegas legislator yang berangkat dari daerah pemilihan pesisir tersebut.

​Ia menilai, penanganan banjir di Pemalang tidak bisa lagi hanya mengandalkan aksi darurat pascabencana. Ia mendesak Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan instansi terkait untuk melakukan evaluasi total terhadap infrastruktur pembatas sungai.

Baca Juga :  Slamet Ramuji Bagikan Ribuan Nasi Bungkus di Tengah Kepungan Luapan Sungai Comal

​Solusi jangka panjang yang disuarakannya adalah peninggian tanggul Sungai Comal secara permanen. Tanpa tanggul yang memadai, air akan terus melimpas ke permukiman setiap kali debit sungai meningkat.”Kami harapkan dinas terkait segera turun tangan. Tanggul harus ditinggikan agar air tidak melimpas. Kita tidak bisa membiarkan warga setiap tahun hanya bisa melakukan antisipasi mandiri tanpa dukungan infrastruktur yang kokoh,” tambahnya.

​Hingga berita ini diturunkan, Slamet Ramuji bersama warga masih bersiaga di bantaran sungai, memantau pergerakan air yang dikhawatirkan kembali naik jika hujan di wilayah hulu tak kunjung reda. Bencana ini kembali menjadi pengingat bagi Pemerintah Kabupaten Pemalang bahwa pesisir butuh proteksi, bukan sekadar simpati. ( Joko Lingkeyang) .