Scroll ke Atas
Berita UtamaBudayaDaerahPemalang

Lautan Manusia di Loning: Lakon ‘Syamsudin Munggah Kaji’ Sukses Hipnotis Warga

Joko Longkeyang
6
×

Lautan Manusia di Loning: Lakon ‘Syamsudin Munggah Kaji’ Sukses Hipnotis Warga

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Pemalang ​ – Suasana halaman Balai Desa Loning, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, berubah drastis menjadi lautan manusia pada Sabtu (9/4/2026) malam. Ribuan warga dari berbagai penjuru memadati lokasi untuk menyaksikan pagelaran wayang golek yang dibawakan oleh maestro muda, Ki Dalang Aditya Nugroho dari Desa Kebohongan, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

​Acara yang digelar dalam rangka tradisi Sedekah Bumi ini mengusung lakon inspiratif bertajuk “Syamsudin Munggah Kaji”. Membludaknya jumlah penonton yang hadir bahkan melampaui ekspektasi pihak panitia penyelenggara.

Advertisement

​Wujud Syukur dan Pelestarian Budaya

​Kepala Desa Loning, Wahyudin, mengungkapkan rasa haru sekaligus bangganya melihat antusiasme masyarakat yang begitu besar. Menurutnya, hal ini menjadi bukti bahwa kecintaan warga terhadap budaya leluhur masih sangat kuat. “Saya sangat terharu sekaligus gembira. Ribuan warga datang memadati gelaran wayang Sedekah Bumi malam ini. Bahkan, banyak yang rela berdiri demi bisa melihat dari dekat. Ini menandakan warga Loning sangat mencintai budaya nenek moyang,” ujar Wahyudin dengan wajah semringah di sela-sela acara.

Baca Juga :  Polres Kendal Bersama Tim Jibom Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jateng Musnahkan Bahan Peledak Pembuatan Petasan

​Ia menambahkan bahwa Sedekah Bumi bukan sekadar ritual, melainkan bentuk syukur atas hasil panen yang melimpah sekaligus doa agar desa tetap asri dan sejahtera.

​Lakon Spiritual yang Relevan

Ki Dalang Aditya Nugroho berhasil menyihir penonton lewat lakon “Syamsudin Munggah Kaji”. Cerita ini mengisahkan perjalanan spiritual seorang hamba dalam mencari rida Tuhan, sebuah narasi yang sarat akan pesan moral dan pengorbanan. ​”Ini bukan sekadar cerita naik haji, tapi tentang bagaimana manusia berproses di tengah ujian duniawi. Saya ingin penonton pulang membawa pesan yang menyentuh hati,” ungkap Ki Aditya.

Baca Juga :  Rumah Kosong Milik Bidan di Limbangan Kulon Terbakar Diduga Akibat Korsleting Listrik

​Penampilan sang dalang kian memukau berkat kombinasi teknik vokal yang tajam, gerakan wayang yang dinamis, hingga iringan gamelan yang megah. Sentuhan teknologi seperti tata lampu modern juga membuat pertunjukan ini terasa segar bagi generasi muda.

Magnet Wisata Budaya Pemalang

​Keberhasilan acara ini memicu optimisme Pemerintah Desa Loning untuk menjadikan wayang golek sebagai agenda tahunan yang lebih besar. Wahyudin melihat adanya potensi besar untuk mengembangkan Desa Loning sebagai destinasi wisata budaya unggulan di Kabupaten Pemalang.​”Ke depan, kami berencana mengelola potensi ini secara lebih profesional. Selain pelestarian tradisi, ini juga bisa menjadi penggerak ekonomi warga melalui sektor pariwisata dan kuliner lokal,” pungkasnya.

​Pagelaran yang berlangsung hingga dini hari tersebut ditutup dengan pesan mendalam dari sang dalang bahwa wayang adalah cermin kehidupan yang harus terus dijaga agar tidak lekang oleh waktu.( Joko Longkeyang).