Emsatunews.co.id, Pemalang — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, resmi menyelesaikan pelatihan klasikal luring gelombang pertama bagi calon petugas Sensus Ekonomi 2026 (SE2026), Kamis (4/6/2026). Langkah ini menjadi fondasi krusial untuk memastikan validitas dan kualitas data yang akan direkam saat pendataan lapangan dimulai pada pertengahan Juni mendatang.
Selama beberapa hari, ratusan peserta dari seluruh kecamatan di Kabupaten Pemalang mengikuti pembekalan intensif. Guna mengoptimalkan penyerapan materi, BPS membagi lokasi pelatihan secara simultan ke dalam enam pusat pelatihan (training center) di sejumlah hotel di Pemalang, antara lain Hotel Regina, Hotel The Winner Premiere, Hotel Sentana Mulia, Hotel Kencana, Hotel Grand Wijaya, dan Hotel Akasia Budget Ulujami.
Teguh Iman Santoso, S.Si, M.Si. Kepala BPS Kabupaten Pemalang menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan upaya krusial dalam menyamakan persepsi, konsep, dan definisi operasional di lapangan. Data ekonomi yang akurat sangat dibutuhkan sebagai basis penyusunan kebijakan pembangunan nasional yang tepat sasaran. ”Akurasi data berawal dari pemahaman petugas yang menyeluruh. Melalui pelatihan terpusat ini, kami membekali mereka dengan kemampuan teknis sekaligus simulasi langsung menghadapi dinamika di lapangan,” ujarnya.
Menjawab Tantangan Lapangan
Sensus Ekonomi merupakan agenda nasional sepuluh tahunan yang bertujuan memotret struktur ekonomi secara komprehensif. Mengingat lanskap ekonomi yang terus berubah, terutama dengan menjamurnya sektor digital dan informal, tantangan petugas di lapangan diprediksi akan semakin kompleks.
Oleh karena itu, materi pelatihan tidak hanya berfokus pada pengisian kuesioner, tetapi juga metode pendekatan kepada pelaku usaha agar bersedia memberikan data yang jujur dan apa adanya. Rasa percaya dari masyarakat menjadi kunci keberhasilan sensus ini.
Dengan rampungnya gelombang pertama, BPS Pemalang segera bersiap melanjutkan tahapan berikutnya. Antusiasme dan profesionalisme yang ditunjukkan para calon petugas selama pelatihan diharapkan menjadi modal sosial yang kuat saat mereka mengetuk pintu demi pintu usaha milik warga pertengahan bulan ini.( Joko Longkeyang).















