Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahInternasionalNasional

Angin Segar untuk Jateng! Industri Kendaraan Listrik Rp15 Triliun di Kendal Siap Tampung 10 Ribu Pekerja

Joko Longkeyang
6
×

Angin Segar untuk Jateng! Industri Kendaraan Listrik Rp15 Triliun di Kendal Siap Tampung 10 Ribu Pekerja

Sebarkan artikel ini

SEMARANG, Emsatunews.co.id, – Kabar gembira datang bagi masyarakat Jawa Tengah, khususnya para pencari kerja. Sebuah ekosistem industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV) berskala raksasa dengan nilai investasi mencapai Rp15 triliun siap beroperasi di Kawasan Industri Seafer (KIS) Kendal. Megaproyek hasil kerja sama dengan investor Tiongkok ini diproyeksikan mampu membuka lowongan kerja hingga bagi 10.000 tenaga kerja lokal.

​Langkah masif ini tidak hanya sekadar mendongkrak perekonomian daerah, tetapi juga memosisikan Jawa Tengah sebagai garda terdepan dalam pengembangan teknologi energi terbarukan di Indonesia.

Advertisement

​Prioritas Utama untuk Tenaga Kerja Lokal

​Realisasi investasi strategis ini dikukuhkan lewat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tripartit yang melibatkan PT KIA Kendal, PT New Generation Mobility (NGM), dan PT China State Construction Engineering Corporation (CSCEC).

​Prosesi penting tersebut digelar di Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Senin (15/6/2026). Momentum ini disaksikan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, beserta Bupati Kendal Dyah Kartika Permatasari.

Baca Juga :  Panglima TNI Tinjau Arus Mudik Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 di Tol Jakarta-Cikampek

​Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa kehadiran investasi kakap di tengah dinamika ekonomi global membuktikan ketangguhan wilayah Jawa Tengah sebagai daerah yang ramah dan aman bagi para pemilik modal.​”Di tengah dinamika geopolitik dan keterbatasan fiskal internasional, Jawa Tengah terbukti tetap dipercaya. Investasi ini memegang peran strategis dalam peta hilirisasi industri masa depan, khususnya sektor transportasi ramah lingkungan,” tutur Ahmad Luthfi.

​Sebagai stimulus pelengkap, pihak Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga berkomitmen penuh untuk menyiapkan fasilitas kemudahan perizinan serta insentif pajak bagi kawasan industri yang mengedepankan konsep energi hijau terbarukan.

​Misi Alih Teknologi dan Pasar Global

​Direktur Utama PT KIS Kendal, Bryan W. Sudarwo, menerangkan bahwa seluruh rantai pasok industri EV di kawasan ini akan terintegrasi secara menyeluruh dari hulu hingga hilir, mencakup pembuatan baterai, ban, hingga perakitan sepeda motor dan armada komersial listrik.​”Masyarakat lokal akan menempati prioritas paling utama dalam proses rekrutmen ini. Kami berkomitmen agar proyek ini membawa dampak kesejahteraan nyata, sekaligus ruang penyerapan ilmu lewat transfer teknologi demi peningkatan kapasitas SDM lokal,” jelas Bryan. Ia pun menargetkan penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mampu menembus angka di atas 50 persen.

Baca Juga :  DPRD Pemalang Minta Bupati Tidak Rumahkan Honorer Gagal CPNS

​Di sisi lain, perwakilan dari PT NGM, Hadi Hartanto, menambahkan bahwa ekosistem kendaraan listrik di tanah air memiliki prospek jangka panjang yang sangat menjanjikan. Pihaknya sengaja memilih Jawa Tengah karena faktor kondusivitas keamanan sosial serta kemudahan regulasi yang ditawarkan.”Orientasi pasar kami tidak hanya untuk kebutuhan domestik, melainkan juga membidik pasar global. Minimal 30 persen dari total kapasitas produksi di Kendal ini akan dialokasikan untuk komoditas ekspor, yang menjadi pembuktian bahwa kualitas rakitan lokal mampu memenuhi standar internasional,” pungkas Hadi.

​Masuknya modal raksasa Rp15 triliun ini diharapkan menjadi motor penggerak utama bagi percepatan transformasi industri hijau, sekaligus menjadi solusi nyata dalam membuka ribuan peluang kerja baru di Jawa Tengah. (Joko Longkeyang)