PEMALANG, Emsatunews.co.id – Semangat kemanusiaan dan solidaritas sosial kembali terbukti kuat di Kabupaten Pemalang, khususnya di wilayah Kecamatan Belik. Pada pelaksanaan Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) Tahun 2026, kecamatan ini berhasil mencatatkan prestasi membanggakan dengan mencapai target penggalangan dana sebesar 100 persen. Capaian ini bukan sekadar angka statistik, melainkan cerminan nyata dari kolaborasi solid antara pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, hingga individu masyarakat yang peduli.
Camat Belik, Slamet Edy Riyanto, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh stakeholder yang telah terlibat aktif. Menurutnya, keberhasilan ini tidak terjadi secara instan, melainkan hasil dari kerja keras dan komunikasi intensif yang membangun kesadaran kolektif akan pentingnya mendukung misi kemanusiaan.
“Keberhasilan mencapai target 100 persen merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak. Kami mengucapkan terima kasih atas kontribusi dan kepedulian yang telah diberikan demi mendukung berbagai program kemanusiaan PMI,” ujar Slamet Edy Riyanto dalam keterangannya, Selasa (23/6/2026).
Program Bulan Dana PMI merupakan instrumen vital bagi kelangsungan operasional organisasi palang merah. Dana yang terkumpul tidak hanya menjadi cadangan kas, tetapi dialokasikan langsung untuk kegiatan-kegiatan strategis seperti penanganan tanggap darurat bencana, pelayanan kesehatan gratis, fasilitasi donor darah, distribusi bantuan sosial bagi warga kurang mampu, serta edukasi pertolongan pertama pada kecelakaan (PPPK). Di tengah tantangan iklim dan potensi bencana alam yang semakin tidak menentu, ketersediaan dana operasional menjadi kunci kecepatan respons PMI dalam menyelamatkan nyawa.
Slamet menambahkan bahwa partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat di Belik menunjukkan bahwa nilai-nilai kemanusiaan masih mengakar kuat di tengah arus modernisasi. Mulai dari siswa sekolah yang menyisihkan uang saku, pedagang pasar yang menyumbang sebagian rezeki, hingga perusahaan lokal yang mengalokasikan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), semua berkontribusi sesuai kemampuan.
“Partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat menunjukkan tingginya kepedulian terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Ia berharap semangat kebersamaan tersebut dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan pada kegiatan-kegiatan sosial di masa mendatang,” jelasnya.
Dengan mengusung tema “Kemanusiaan Menghubungkan Kita”, kampanye tahun ini berhasil menyentuh sisi emosional masyarakat. Tema tersebut menekankan bahwa dalam situasi krisis atau kebutuhan mendesak, sekat-sekat sosial runtuh dan manusia saling terhubung melalui rasa empati. Keberhasilan di Kecamatan Belik diharapkan dapat menjadi motivasi bagi kecamatan lain di Kabupaten Pemalang untuk meningkatkan capaian serupa.
Pemerintah Kecamatan Belik bersama jajaran PMI setempat juga berkomitmen untuk menjaga transparansi pengelolaan dana. Laporan penggunaan dana akan disampaikan secara berkala kepada para donatur dan publik sebagai bentuk akuntabilitas. Hal ini penting untuk mempertahankan kepercayaan masyarakat agar budaya berdonasi terus tumbuh subur.
Kolaborasi yang terjalin baik ini sekaligus menjadi bukti bahwa pendekatan berbasis komunitas (community-based approach) sangat efektif dalam mobilisasi sumber daya. Ketika masyarakat merasa dilibatkan dan melihat dampak nyata dari sumbangan mereka, keinginan untuk membantu akan terus berlanjut.
Ke depan, Pemerintah Kecamatan Belik dan PMI berencana memperluas jaringan relawan dan meningkatkan kapasitas pelatihan bagi masyarakat. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem ketangguhan bencana di tingkat desa. Dengan dukungan dana yang memadai dari hasil Bulan Dana, program-program pemberdayaan dan kesiapsiagaan bencana dapat dijalankan lebih optimal, sehingga tercipta masyarakat yang sehat, aman, tangguh, dan berdaya.*( Joko Longkeyang)?















