Scroll ke Atas
Berita UtamaNasional

Potensi Emas di Atas Air: Rawa Pening Siap Bersaing Jadi Destinasi Wisata Unggulan Nasional

Joko Longkeyang
4
×

Potensi Emas di Atas Air: Rawa Pening Siap Bersaing Jadi Destinasi Wisata Unggulan Nasional

Sebarkan artikel ini

SEMARANG, Emsatunews.co.id – Pesona alam Kabupaten Semarang kian memikat perhatian para pelaku usaha. Rawa Pening, danau vulkanik yang menjadi ikon wilayah tersebut, kini resmi dilirik sebagai destinasi wisata air strategis berskala nasional. Minat serius dari sektor swasta mulai mengalir, menandai babak baru pengembangan pariwisata di Jawa Tengah yang tidak hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga infrastruktur pendukung yang modern dan berkelanjutan.

Menyambut antusiasme tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Gubernur Ahmad Luthfi menyatakan dukungan penuh, namun dengan catatan tegas: pelestarian lingkungan adalah harga mati. Pernyataan ini disampaikan Gubernur saat menerima audiensi Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, serta Ketua DPRD Kota Salatiga, Dance Ishak Palit, di Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Kamis (25/6/2026). Pertemuan tripartit ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan visi pembangunan ekonomi dengan mandat konservasi ekologis.

Advertisement

Dalam forum tersebut, Bupati Ngesti Nugraha memperkenalkan calon investor domestik, PT Pandawa Sapto Dewi Pesisir, sebuah perusahaan yang berbasis di Cilacap. Perusahaan ini menunjukkan ketertarikan kuat untuk menanamkan modal guna membangun ekosistem wisata perairan di kawasan Rawa Pening. Rencana pengembangan mencakup pembangunan fasilitas penunjang seperti rumah makan apung, vila eksklusif dengan pemandangan danau, keramba wisata edukatif, hingga berbagai wahana permainan air yang aman dan ramah keluarga.

Baca Juga :  Operasi Force Down Warnai Latihan TNI Terintegrasi Tahun 2025 di Morowali

Gubernur Ahmad Luthfi menekankan bahwa Rawa Pening bukan entitas yang berdiri sendiri, melainkan bagian integral dari kluster pariwisata Borobudur-Kopeng-Rawa Pening. Strategi aglomerasi ini dirancang untuk menciptakan sirkuit wisata yang lengkap, di mana wisatawan dapat menikmati warisan budaya dunia di Borobudur, kesejukan udara di Kopeng, dan keindahan panorama air di Rawa Pening dalam satu perjalanan.“Borobudur, Kopeng, dan Rawa Pening ini menjadi satu aglomerasi yang akan kita kembangkan secara masif. Namun, pengembangannya harus dilakukan secara terukur dan melibatkan berbagai pihak, karena Rawa Pening juga merupakan kawasan konservasi yang vital bagi keseimbangan hidrologi wilayah,” ujar Luthfi.

Direktur PT Pandawa Sapto Dewi Pesisir, Miskun, mengungkapkan optimisme terhadap potensi pasar wisata di lokasi tersebut. Ia menyebutkan bahwa Gubernur telah memberikan lampu hijau agar proses realisasi proyek dapat dipercepat tanpa mengorbankan kajian teknis. “Beliau tadi menyampaikan supaya secepatnya disegerakan, jangan terlalu lama. Kami siap mengikuti semua regulasi yang berlaku,” kata Miskun.

Meski demikian, aspek teknis dan legalitas tetap menjadi prioritas. Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Jawa Tengah, Hanung Triyono, menegaskan bahwa Pemprov akan berkoordinasi intensif dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Hal ini diperlukan untuk menentukan zonasi yang jelas: area mana yang boleh dimanfaatkan untuk komersial dan area mana yang mutlak harus dipertahankan sebagai zona konservasi.

Baca Juga :  GRIB Jaya Pemalang Gerebek Penjual Obat Terlarang di Warung Kelontong

Lebih menarik lagi, pengembangan Rawa Pening tidak berhenti pada infrastruktur fisik. Terdapat rencana kolaborasi internasional untuk mengadopsi sistem pengelolaan air dari Shiga, Jepang. Teknologi ini diharapkan mampu menjaga kualitas air danau tetap prima meski intensitas kunjungan wisata meningkat, sehingga tercipta sinergi antara kepentingan ekonomi, konservasi lingkungan, dan manajemen sumber daya air yang berkelanjutan.“Mudah-mudahan tahun ini bisa kita lihat site plan-nya. Karena Rawa Pening ini kewenangan Kementerian PU, tapi tetap kita bisa masuk dengan pendekatan kolaboratif,” pungkas Hanung.

Dengan langkah-langkah strategis ini, Rawa Pening diharapkan tidak hanya menjadi objek wisata biasa, tetapi menjadi model destinasi wisata berwawasan lingkungan (eco-tourism) yang mampu mendongkrak perekonomian masyarakat lokal sekaligus menjaga kelestarian alam untuk generasi mendatang.**( Joko Longkeyang).