Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahPemalang

Ketat dan Transparan! Pangdam IV/Diponegoro Pimpin Langsung Pantukhir Calon Taruna Akademi TNI 2026

Joko Longkeyang
10
×

Ketat dan Transparan! Pangdam IV/Diponegoro Pimpin Langsung Pantukhir Calon Taruna Akademi TNI 2026

Sebarkan artikel ini

Semarang, Emsatunews.co.id – Proses rekrutmen generasi penerus pengawal kedaulatan negara memasuki fase krusial. Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IV/Diponegoro, Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., memimpin langsung jalannya Sidang Pantukhir Daerah (Panitia Penentu Terakhir) Penerimaan Calon Taruna Akademi TNI Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut berpusat di Balai Diponegoro, Kompleks Makodam IV/Diponegoro, Semarang, pada Senin (29/6/2026).

​Sidang pleno ini menjadi filter pemungkas di tingkat Panitia Seleksi Daerah (Panselinda) Semarang. Para peserta yang lolos dalam tahap ini nantinya akan dikirim untuk bersaing pada seleksi tingkat pusat. Langkah ini merupakan bagian dari visi besar TNI dalam menyaring pemuda-pemuda terbaik bangsa yang siap ditempa menjadi perwira unggul, profesional, dan berkarakter kuat.

Advertisement

​Dalam arahannya, Mayjen TNI Achiruddin menyampaikan bahwa fase penerimaan calon taruna merupakan hulu dari profesionalisme institusi militer. Kualitas perwira masa depan sangat bergantung pada ketatnya sistem penyaringan yang dilakukan sejak dini di tingkat daerah.

​Obyektif dan Bebas dari Praktik Titipan

Baca Juga :  Bupati Pemalang Dampingi Pangdam IV/Diponegoro Kompak Bergerak Tinjau Banjir Bandang di Penakir

​Jenderal berbintang dua tersebut memberikan penekanan khusus kepada seluruh tim penguji agar memegang teguh integritas. Pangdam menginstruksikan agar setiap indikator penilaian dilakukan secara obyektif, jujur, bersih, serta transparan. Landasan utama kelulusan harus berdasarkan pada kemampuan riil, kompetensi, serta pemenuhan standar regulasi yang ketat.

​”Proses penilaian wajib bebas dari segala bentuk intervensi maupun kepentingan pribadi. Kita memikul tanggung jawab besar untuk memberikan hak yang sama kepada setiap anak bangsa yang ingin mengabdi,” tegas Mayjen TNI Achiruddin di hadapan panitia seleksi.

​Pangdam menambahkan, tanggung jawab yang diemban oleh panitia tidak hanya terbatas pada kepatuhan formal terhadap institusi TNI semata. Lebih dari itu, akuntabilitas proses ini dipertanggungjawabkan langsung kepada Tuhan Yang Maha Esa serta masyarakat luas yang menaruh harapan besar pada TNI. Dengan sistem yang transparan, kepercayaan publik terhadap proses rekrutmen lingkungan militer akan tetap terjaga dengan baik.

​Transparansi Bagi Peserta Gugur

​Dalam pelaksanaan sidang yang berlangsung dinamis tersebut, Pangdam juga meminta panitia untuk bekerja secara cermat, teliti, dan penuh tanggung jawab. Evaluasi rekam medis, fisik, psikologi, dan akademik para calon taruna diteliti kembali guna menghindari kesalahan sekecil apa pun dalam pengambilan keputusan.

Baca Juga :  Lantik DPD KPPI Jateng, Ahmad Luthfi Dorong Wujudkan Perempuan Berdaya Lewat Edukasi Politik

​Selain aspek penilaian, unsur humanis dan keterbukaan informasi juga menjadi sorotan utama. Mayjen TNI Achiruddin menginstruksikan tim seleksi untuk memberikan penjelasan serta edukasi secara terbuka kepada para peserta yang dinyatakan belum memenuhi syarat.

​Langkah edukatif ini penting agar para peserta mengetahui kekurangan masing-masing sebagai bahan evaluasi diri secara positif pada masa mendatang. Di samping itu, Pangdam menginstruksikan pengamanan ketat terhadap seluruh data, dokumen, dan hasil akhir sidang agar tidak memicu disinformasi di ruang publik.

​Melalui standardisasi seleksi yang berintegritas tinggi ini, Kodam IV/Diponegoro optimistis dapat mengirimkan delegasi calon taruna terbaik ke tingkat pusat. Mereka diproyeksikan lahir sebagai calon-calon pemimpin TNI yang tangguh, memiliki jiwa kepemimpinan yang adaptif, serta siap mendarmabaktikan seluruh jiwa raganya untuk keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.*( Joko Longkeyang).