Berita UtamaBrebes

Warga Benda Sirampog Tasyakuran Pasca Normalisasi Sawah Terdampak Banjir

Eryanto
8
×

Warga Benda Sirampog Tasyakuran Pasca Normalisasi Sawah Terdampak Banjir

Sebarkan artikel ini

EMSATUNEWS.CO.ID, BREBES – Rasa syukur warga Desa Benda, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, tumpah dalam acara tasyakuran. Kegiatan ini digelar untuk mensyukuri selesainya normalisasi saluran air dan rehabilitasi lahan persawahan yang sebelumnya rusak akibat banjir. Acara berlangsung khidmat di kawasan Pintu Air Manggis, Jumat (3/7/2026).

Kegiatan tasyakuran dan doa bersama masyarakat Desa Benda, Kec. Sirampog

Tasyakuran dihadiri Kepala Desa Benda PAW Khalimi, perwakilan Dinas Pengairan Brebes, Dinas PUPR Brebes, Babinsa Koramil Sirampog, Bhabinkamtibmas Polsek Sirampog, Gapoktan, serta masyarakat dari Desa Benda, Penggarutan, dan Adisana.

Advertisement

Acara diawali doa bersama yang dipimpin Pengasuh Ponpes Al Hikmah 1 Benda, Gus Mujib. Dalam doanya, para peserta memohon agar lahan pertanian yang telah diperbaiki kembali produktif dan terhindar dari bencana serupa.

Baca Juga :  Tepis Radikalisme dan Terorisme, Tumbuhkan Rasa Persaudaraan

Kades Benda PAW Khalimi menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat. Ia menyebut keberhasilan ini adalah hasil kolaborasi pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat.

“Kami bersyukur normalisasi ini terlaksana. Semoga ke depan lahan warga kembali optimal dan kesejahteraan meningkat,” ujar Khalimi.

Ia juga mengajak warga menjaga kebersihan saluran air agar tidak tersumbat dan memicu banjir lagi.

Gus Mujib dalam pesannya mengingatkan, syukur harus diwujudkan dalam tindakan. “Musibah adalah pengingat. Mari kita jaga apa yang sudah diperbaiki dan perkuat kepedulian antar sesama,” katanya.

Baca Juga :  Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Ikuti Retret Kepala Daerah di Lembah Tidar

Perwakilan Dinas Pengairan dan PUPR Brebes menyebut normalisasi dan rehabilitasi ini bagian dari pemulihan sektor pertanian pascabanjir. Perbaikan saluran irigasi dilakukan bertahap dan berkelanjutan untuk mengurangi risiko banjir.

Mereka juga mengimbau warga berperan aktif menjaga infrastruktur, salah satunya dengan tidak membuang sampah ke sungai.

Kehadiran TNI dan Polri juga menambah dukungan moril bagi warga, sekaligus memperkuat sinergi dalam menjaga ketahanan wilayah, khususnya sektor pertanian.

Dengan selesainya tasyakuran, warga Desa Benda, Penggarutan, dan Adisana berharap sektor pertanian segera pulih dan kembali menjadi penopang ekonomi. Semangat gotong royong yang terbangun diharapkan menjadi modal menghadapi tantangan ke depan.

Acara ditutup dengan ramah tamah sederhana, mencerminkan eratnya nilai kebersamaan warga.***