Berita UtamaDaerahNasionalPemalang

INSIP Pemalang Gelar Konferensi Internasional, Hadirkan Hakim MK hingga Pakar Lintas Benua

Joko Longkeyang
9
×

INSIP Pemalang Gelar Konferensi Internasional, Hadirkan Hakim MK hingga Pakar Lintas Benua

Sebarkan artikel ini

PEMALANG, Emsatunews.co.id – Institut Agama Islam Pemalang (INSIP) mencetak sejarah baru dalam kancah akademik internasional. Kampus hijau di Jawa Tengah ini sukses menyelenggarakan The 1st International Conference on Integrating Islamic Perspectives in Psychology, Law, and Education 2026. Agenda berskala global tersebut dilaksanakan langsung di Kampus INSIP Pemalang pada Sabtu, 4 Juli 2026.

Advertisement

​Langkah strategis ini menjadi magnet perhatian dunia pendidikan tinggi karena berhasil menghadirkan deretan pemikir besar, pejabat negara, dan diplomat. Konferensi ini dirancang sebagai wadah responsif terhadap dinamika zaman modern yang memerlukan penataan moral dan hukum berbasis nilai universal.

​Di panggung utama, hadir sebagai narasumber utama adalah Hakim Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Dr. H. Arsul Sani, S.H., M.Si., Pr.M. Selain itu, hadir pula Duta Besar RI untuk Serbia dan Montenegro, Andreano Erwin, serta Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PSPENMA) Kementerian Agama RI, Dr. Ruchman Basori, M.Ag. Kehadiran para tokoh ini mempertegas bobot pentingnya topik yang dibahas dalam konvensi tersebut.

​Komitmen Global dari Jantung Pemalang

​Rektor INSIP Pemalang, Dr. Hj. Amiroh, M.Ag., dalam pidato pembukaannya menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi seluruh pihak. Ia menegaskan bahwa forum internasional perdana ini merupakan perwujudan komitmen konkret kampus dalam memperluas jejaring akademik internasional serta melahirkan inovasi keilmuan yang berdampak langsung bagi masyarakat luas.​”Kami meyakini bahwa perguruan tinggi Islam memiliki peran yang sangat strategis dalam membangun peradaban global. Melalui integrasi ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai kesucian Islam, kita dapat menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks,” ujar Dr. Hj. Amiroh di hadapan para delegasi.

Baca Juga :  Kembali, PDAM Tirta Mulia Pemalang Beri Diskon Biaya Sambungan Baru  

​Menurutnya, tema yang diangkat tahun ini sangat relevan dengan realitas sosial saat ini. Integrasi perspektif Islam ke dalam bidang hukum, psikologi, dan pendidikan dinilai mampu menjadi solusi atas berbagai krisis moral, sosial, dan kultural yang melanda masyarakat modern di era digitalisasi.

​Sinergi Pakar Lintas Negara

​Daya tarik konferensi ini semakin kuat dengan hadirnya pembicara dari berbagai universitas ternama dunia. Di antaranya adalah Prof. Dr. Wan Khairul Aiman Wan Mokhtar dari Universiti Sultan Zainal Abidin, Malaysia, Dr. Mohd. Ziaolhaq Qazizada dari University of Wollongong, Australia, serta Dr. Enver ef. Omerovic dari University of Novi Pazar, Serbia.

Baca Juga :  Warga Tasikrejo-Pemalang Sambut Gembira Servis Motor Rp10 Ribu dari SMK Satya Praja 2 Petarukan

​Perspektif domestik yang berdaya saing global juga diperkaya oleh paparan ilmiah dari akademisi internal INSIP Pemalang, Hj. Srifariyati, S.Ag., M.Si., serta kontribusi pemikiran dari Pizaro Ghozali selaku Rektor PTKIS. Kolaborasi multidisipliner ini menghasilkan perdebatan ilmiah yang produktif dan konstruktif.

​Dukungan Penuh Pemerintah Daerah dan Mitra Strategis

​Apresiasi tinggi juga datang dari Pemerintah Kabupaten Pemalang. Bupati Pemalang, Anom Widyantoro, yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Pemalang, menyampaikan bahwa langkah INSIP ini menjadi kebanggaan besar bagi daerah dan patut dicontoh oleh lembaga pendidikan lainnya.

​Acara yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri oleh Ketua Peradi Kabupaten Pemalang, Misbahul Munir, perwakilan dari Kepolisian Resor (Polres) Pemalang, utusan dari berbagai perguruan tinggi mitra, serta ratusan dosen dan mahasiswa yang memadati ruang utama.

​Melalui luaran konferensi ini, INSIP Pemalang menargetkan lahirnya kerja sama lanjutan yang lebih riil. Program jangka panjang seperti riset bersama lintas negara, publikasi jurnal internasional bereputasi, hingga pertukaran dosen dan mahasiswa antarkampus dunia siap diakselerasi demi mendongkrak mutu pendidikan tinggi Islam di kancah global.( Joko Longkeyang).