Berita UtamaDaerahPemalang

Gerakan GAMAS: Ayah Mengantar Sekolah, Kunci Karakter Anak Mulai Hari Pertama

Joko Longkeyang
23
×

Gerakan GAMAS: Ayah Mengantar Sekolah, Kunci Karakter Anak Mulai Hari Pertama

Sebarkan artikel ini

PEMALANG,Emsatunews.co.id – Gerakan Ayah Mengantar Sekolah atau disingkat GAMAS menuai kesuksesan besar saat digelar bertepatan dengan hari pertama aktivitas belajar mengajar. Langkah sederhana ini dinilai memiliki dampak luar biasa bagi pembentukan karakter generasi mendatang.

Hal tersebut disampaikan Camat Randudongkal, Agus Mulyadi, S.IP., M.M., saat diwawancarai melalui pesan singkat WhatsApp pada Senin (13/7/2026). Menurutnya, kehadiran ayah di momen awal sekolah adalah fondasi penting untuk mewujudkan generasi bangsa yang berkarakter.”Kita ajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para ayah, untuk berpartisipasi aktif dalam Gerakan GAMAS ini. Mari bersama-sama kita wujudkan generasi hebat bangsa Indonesia yang berkarakter kuat,” ujar Agus.

Advertisement
Baca Juga :  Pilkades Semaya 2026: Tiga Pilar Kecamatan Randudongkal Kompak Turun Tangan

Ia menjelaskan, keberhasilan gerakan ini terlihat dari antusiasme para ayah yang meluangkan waktu menemani putra-putrinya melangkah ke gerbang sekolah. Dukungan tersebut membawa sejumlah manfaat positif bagi tumbuh kembang anak, antara lain:

1. Mempererat ikatan emosional dan kedekatan antara ayah dan anak;

2. Memberikan rasa aman serta dukungan mental bagi anak;

3. Menumbuhkan semangat belajar dan kepercayaan diri anak;

4. Membiasakan kedisiplinan datang tepat waktu sejak dini;

Baca Juga :  HUT Bhayangkara ke :80 , Camat dan Danramil Randudongkal Berikan Kejutan di Mapolsek

5. Menanamkan nilai kepedulian serta memberi teladan yang baik bagi anak.

Agus menambahkan, kehadiran fisik dan perhatian ayah bukan sekadar mengantar ke lokasi, melainkan bentuk investasi masa depan. “Langkah kecil ayah di pagi hari membawa harapan besar untuk masa depan anak,” tegasnya.

Ia berharap Gerakan GAMAS tidak hanya berhenti pada hari pertama, tetapi menjadi kebiasaan yang berkelanjutan. Semakin banyak ayah yang terlibat aktif, semakin kokoh pondasi karakter yang terbentuk.”Ayah hebat, anak hebat, Indonesia kuat,” tutup Camat Randudongkal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah dengan semangat.( Joko Longkeyang).