Berita UtamaDaerahNasional

Genjot Lumbung Pangan, Mentan Tambah Bantuan 7.000 Pompa Air untuk Jateng

Joko Longkeyang
16
×

Genjot Lumbung Pangan, Mentan Tambah Bantuan 7.000 Pompa Air untuk Jateng

Sebarkan artikel ini

BREBES, Emsatunews.co.id – Upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menjaga ketahanan pangan di tengah ancaman kemarau panjang mendapat respons taktis dari pemerintah pusat. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyetujui penambahan bantuan pompa air hingga total 7.000 unit untuk petani di wilayah Jawa Tengah.

​Langkah ini sekaligus menjadi bentuk apresiasi pusat atas kepemimpinan Ahmad Luthfi yang dinilai konsisten menjaga posisi Jawa Tengah sebagai penopang utama pangan nasional.

Advertisement

​Komitmen penambahan bantuan tersebut disampaikan langsung oleh Mentan Amran saat menghadiri peletakan batu pertama (groundbreaking) Peternakan Sapi Perah Terpadu PT Global Dairi Bersama di Desa Karangbale, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Senin (20/7/2026).​“Pak Gubernur Ahmad Luthfi ini hebat, penopang pangan Indonesia. Beliau itu rajin sekali. Saya lihat kerja beliau itu, Jawa Tengah penghasil beras nomor dua sekarang,” ujar Amran di lokasi acara.

​Merespons permohonan yang diajukan oleh Pemprov Jateng terkait mitigasi dampak El Nino dan kemarau, Amran langsung menginstruksikan jajarannya untuk melipatgandakan alokasi. Dari kuota awal sebesar 2.000 unit, Kementerian Pertanian (Kementan) menambah 5.000 unit lagi.“Pompa dan irpom (irigasi perpompaan), bantu semuanya. Jangan sampai petani Jateng kekurangan pompa dan kekurangan air. Kemarin sudah ada dua ribu pompa itu sudah sampai belum? Nanti aku tambah lagi lima ribu. Jadi sekarang tujuh ribu dulu,” tegas Mentan.

Baca Juga :  Sabet Penghargaan Nasional, Ahmad Luthfi Targetkan Revolusi Pengelolaan Sampah Jateng

​Kejar Target Produksi 10,5 Juta Ton

​Akses air yang stabil terbukti menjadi faktor krusial dalam akselerasi target swasembada pangan. Merujuk pada data Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), Amran menyebut efektivitas pengelolaan air dan masa tanam membuat stok beras nasional berada dalam posisi yang sangat kuat.

​Sebelumnya, Ahmad Luthfi memaparkan bahwa pada tahun 2025, produksi padi di Jawa Tengah berhasil menembus angka 9,7 juta ton. Angka ini menyumbang sekitar 15,6 persen dari total produksi beras nasional. Menatap sisa tahun 2026, target tersebut dinaikkan oleh pusat menjadi 10,5 juta ton.

​Untuk merealisasikan target ambisius tersebut, Pemprov Jateng berkolaborasi dengan Kementerian ATR/BPN guna mempercepat penetapan Lahan Sawah Dilindungi (LSD). Saat ini, akurasi penetapan luas baku sawah di Jawa Tengah telah mencapai angka 87 persen.​“Jawa Tengah merupakan lumbung pangan nasional yang lahan pertaniannya harus kita pertahankan secara ketat. Karena itu, kami mengundang Kementerian ATR/BPN bersama para bupati dan wali kota untuk mempercepat penetapan luas baku sawah,” jelas Ahmad Luthfi di hadapan Mentan dan Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto.

Baca Juga :  Refleksi Kesehatan Jateng 2025, Speling Jateng Strategi “Jemput Bola” Dokter Spesialis Masuk Desa

​Luthfi berharap, usulan total 17.000 unit pompa air yang diajukan oleh Pemprov Jateng dapat dipenuhi secara bertahap demi memastikan target lumbung pangan 2026 tidak terganggu oleh dinamika cuaca.

​Mitigasi Dampak Kekeringan secara Pararel

​Langkah taktis di sektor pertanian ini berjalan beriringan dengan penanganan dampak kekeringan bagi masyarakat luas. Melalui Surat Edaran Gubernur yang berlaku sejak 9 Juni 2026, Pemprov Jateng menginstruksikan seluruh pemerintah daerah untuk mengoptimalkan fungsi embung dan sumber air permukaan.

​Berdasarkan data terkini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, sebanyak 16 kabupaten/kota telah menetapkan status siaga kekeringan.

​Sebagai langkah penanganan darurat (studi kasus per 5 Juni hingga 14 Juli 2026), sebanyak 3.258.000 liter air bersih telah didistribusikan menggunakan 660 armada tangki. Penyaluran ini menyasar 30.378 kepala keluarga atau sekitar 81.297 jiwa yang terdampak di 15 kabupaten.

​Penyaluran bantuan logistik air bersih ini terlaksana berkat sinergi lintas sektor antara Pemprov Jateng, pemerintah kabupaten/kota, BPJS Kesehatan, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak, serta program Corporate Social Responsibility (CSR) sejumlah BUMD.*( Joko Longkeyang)