PEMALANG, Emsatunews.co.id — Suasana penuh kehangatan dan gelak tawa mewarnai pertemuan antara pengurus muda dan tokoh senior Nahdlatul Ulama di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pemalang, Moza Agung Nugroho, melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman Kyai sepuh, K.H. Mudasir, pada Minggu (26/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Moza tidak datang seorang diri. Ia didampingi oleh Wakil Sekretaris PCNU Kabupaten Pemalang, Kamilin. Pertemuan ini tidak sekadar menjadi ajang menyambung tali silaturahmi, tetapi juga momen menimba ilmu serta ngalap berkah dari sosok yang telah berdedikasi puluhan tahun untuk jamiyyah NU di Pemalang.
K.H. Mudasir bukanlah figur sembarangan. Rekam jejak pengabdiannya di struktur PCNU Kabupaten Pemalang terentang sangat panjang:
@. 1978–1988: Wakil Sekretaris PCNU Kabupaten Pemalang (2 masa khidmah)
@. 1988–2003: Sekretaris PCNU Kabupaten Pemalang (3 masa khidmah)
@. 2003–2013: Wakil Ketua PCNU Kabupaten Pemalang (2 masa khidmah)
@. 2013–2018: Wakil Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Pemalang
@. 2018–2024: Mustasyar PCNU Kabupaten Pemalang
Kelakar ‘Kursi Kapolres’ dan Doa Kyai Sepuh
Di balik ketokohannya yang dihormati, K.H. Mudasir tetap menghadirkan suasana santai dan akrab.
Kepada wartawan emsatunews.co.id pada Senin (27/7/2026), Moza menceritakan salah satu momen menarik dan menggelitik saat ia menyambung rasa di rumah K.H. Mudasir.
Awalnya, kami duduk saling berhadapan dengan K.H. Mudasir. Namun, begitu hidangan minuman disajikan, sang kiai sepuh mendadak meminta kami untuk berpindah posisi( seperti tampak dalam foto ). “Mas, ke sini, duduk di kursi ini,” ujar K.H. Mudasir menirukan ajakan sang kiai.
Setelah kami berpindah tempat duduk, K.H. Mudasir lantas melontarkan seloroh yang mengejutkan sekaligus menghangatkan suasana. ”Dulu kursi yang Sampean duduki itu adalah kursi yang pernah diduduki Kapolres waktu berkunjung ke rumah saya,” tutur K.H. Mudasir sambil menerawang masa lalu.
Mendengar kelakar tersebut, Saya ( Moza ) pun meresponsnya dengan candaan penuh rasa hormat. “Kalau saya menjadi Kapolres itu hal yang tidak mungkin terjadi, Kiai. Tetapi kalau menjadi pejabat selevel Kapolres, Insya Allah masih bisa,” sahut Moza penuh percaya diri.
Seketika gelak tawa renyah pecah di antara ketiganya. Kelakar ringan itu kemudian ditutup dengan panjatan doa khusus dari K.H. Mudasir yang diamini secara khusyuk oleh Moza dan Kamilin.
Mengajak Awak Media Meneladani Perjuangan Sesepuh
Melihat nilai kebersamaan dan keberkahan yang begitu kuat, Moza Agung Nugroho turut mengajak awak media Emsatunews untuk meluangkan waktu bersilaturahmi ke kediaman K.H. Mudasir pada kesempatan berikutnya.
Menurutnya, sowan kepada para sesepuh merupakan sarana penting untuk menyerap nilai-nilai keikhlasan dan keteladanan dari tokoh-tokoh yang telah mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk perjuangan Nahdlatul Ulama. “Kapan ada waktu, nanti kita silaturahmi bersama ke kediaman beliau. Kita ngalap berkah kepada orang-orang yang sudah berjuang sangat lama di NU,” pungkas Moza.( Joko Longkeyang).















