Berita UtamaDaerahPemalang

Pasukan Estafet Tunas Kelapa (ETK) Jawa Tengah Melintasi Pemalang Menuju Purbalingga

Joko Longkeyang
15
×

Pasukan Estafet Tunas Kelapa (ETK) Jawa Tengah Melintasi Pemalang Menuju Purbalingga

Sebarkan artikel ini

PEMALANG, Emsatunews.co.id – Semangat kebersamaan mewarnai gelaran Estafet Tunas Kelapa (ETK) dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Gerakan Pramuka Tingkat Jawa Tengah. Rombongan pembawa tunas kelapa melintasi wilayah Kabupaten Pemalang, Selasa (8/9/2026).

​Kegiatan tradisi tiga tahunan besutan Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah ini membawa panji organisasi dari Kabupaten Tegal menuju Kabupaten Purbalingga, sebelum mengakhiri perjalanan di pusat peringatan, Kabupaten Banyumas.

​Prosesi serah terima pasukan ETK berlangsung khidmat di batas wilayah, tepatnya di Jembatan Kalirambut, perbatasan Kecamatan Jatinegara (Tegal) dan Kecamatan Warungpring (Pemalang). Jajaran Kwartir Cabang (Kwarcab) Pemalang menerima tunas kelapa secara simbolis untuk diarak bergantian melintasi tiap kecamatan hingga batas selatan pemkab.

Baca Juga :  Dua Pelajar Comal Wakili Pemalang di Jambore Nasional XII 2026, Siap Kibarkan Panji Daerah di Cibubur!

​Kegiatan ini tak sekadar tradisi rutin, melainkan wahana pembentukan karakter generasi muda yang berjiwa Pancasila dan berbudi pekerti luhur. Menariknya, antusiasme penyambutan tidak hanya datang dari kalangan anggota Pramuka, tetapi juga membuncah di tengah masyarakat sipil.

​Di Desa Gombong, warga secara sukarela mendirikan posko swadaya untuk menjamu pasukan yang melintas. Salah seorang warga setempat, Eni, menyajikan deretan makanan dan minuman kemasan secara gratis untuk melepas dahaga para pembawa tunas kelapa.​”Saya pernah menjadi bagian dari pasukan pembawa ETK dulu. Jadi tergerak menyediakan jajanan dan minuman untuk bekal adik-adik yang bertugas,” ujar Eni penuh semangat.

Baca Juga :  Semarak Kirab Estafet Tunas Kelapa 2026 Tiba di Pemalang, Disambut Pawai Budaya dan Bantuan Air Bersih

​Ketua Kwarcab Pemalang, Sukarso, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas partisipasi spontan warga setempat. Ia menilai dukungan tanpa skenario tersebut menjadi bukti nyata bahwa Pramuka selalu dicintai dan melekat di hati rakyat.​”Masyarakat bergerak sendiri tanpa dikondisikan. ETK bukan sekadar seremoni serah terima, melainkan simbol nyata pemersatu, pemantik semangat gotong royong, serta perekat tali persaudaraan antarwilayah,” kata Sukarso. Rombongan ETK kini melanjutkan perjalanannya menuju Banyumas untuk puncak peringatan HUT Pramuka.( Joko Longkeyang).