Berita UtamaDaerahPemalang

Berburu Suvenir Resmi MTQ Nasional XXXI di Semarang

Joko Longkeyang
12
×

Berburu Suvenir Resmi MTQ Nasional XXXI di Semarang

Sebarkan artikel ini

SEMARANG, Emsatunews.co.id — Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI 2026 di Kota Semarang tak hanya menyedot perhatian lewat lantunan ayat suci, tetapi juga menjadi surga belanja suvenir khas daerah. Ribuan kafilah dan pengunjung dari berbagai penjuru Nusantara kini berbondong-bondong memadati Dekranasda Store Jawa Tengah untuk berburu kenang-kenangan resmi.

​Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin menegaskan bahwa ajang bergengsi ini harus memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat. Menurutnya, berburu oleh-oleh karya Industri Kecil Menengah (IKM) lokal merupakan bentuk dukungan konkrit terhadap penguatan ekonomi daerah.

Baca Juga :  Sosialisasi Penurunan Kasus Stunting. PLKB Petarukan Melelui Seni Tradisional Wayang Kulit

​Terletak strategis di Jalan Pahlawan Nomor 4—hanya berjarak sekitar 650 meter dari Lapangan Simpang Lima—Dekranasda Store menyajikan beragam pernak-pernik menarik. Pilihan favorit pengunjung meliputi boneka maskot Saqur (Sahabat Qur’an), kaus trendi, topi, hingga payung lukis bernilai seni tinggi.

​Kepala Toko Dekranasda Store Jawa Tengah, Agung Budi, menyampaikan bahwa penunjukan gerainya sebagai penyedia suvenir resmi menjadi panggung emas bagi perajin lokal.

Baca Juga :  Kasus Kebakaran Kantor BPN Polres Brebes Lakukan Koordinasi dengan Laboratorium Forensik Polda Jateng.

​”Ini momentum penting untuk mengenalkan produk IKM Jawa Tengah kepada para tamu dari seluruh Indonesia. Harapannya, mereka membawa pulang karya terbaik perajin kita,” ujar Agung, Senin (14/9/2026).

​Harga yang ditawarkan sangat ramah dikantong, mulai dari gantungan kunci seharga Rp8.000, boneka maskot Rp85.000, hingga kerajinan payung lukis Rp150.000.

​Selama gelaran MTQ berlangsung hingga 19 September 2026, gerai ini beroperasi penuh mulai pukul 09.00 hingga 22.00 WIB guna melayani antusiasme para pembeli.( Joko Longkeyang).