EMSATUNEWS.CO.ID, SEMARANG – Perjuangan pemekaran Kabupaten Brebes Selatan kembali menguat. Aliansi Perjuangan Pemekaran Kabupaten Brebes (APPKB) akan menggelar aksi simbolik Kemah Pemekaran (Menagih Janji) di halaman *Kantor Gubernur Jawa Tengah dan DPRD Provinsi Jawa Tengah,, pada Senin, 12 Oktober 2026.
Aksi ini mengusung tema besar: SATU TUJUAN – SATU PERJUANGAN dengan semboyan tegas “ORA MEKAR, ORA BERES“.
6 Aktivis, 6 Tenda, 6 Kecamatan
Aksi kemah ini terbilang unik dan penuh makna. APPKB akan menurunkan 6 aktivis yang akan mendirikan 6 tenda sebagai representasi dari 6 kecamatan di wilayah Brebes Selatan yang menjadi cikal bakal Kabupaten Brebes Selatan, yakni: Bumiayu, Sirampog, Bantarkawung, Tonjong, Salem, dan Paguyangan.
Keenam tenda dengan logo APPKB akan berjajar di depan Kantor Gubernur sebagai simbol keteguhan dan kebersamaan warga selatan yang sudah puluhan tahun menantikan pemekaran.
Menagih Komitmen Pemerintah
Ketua Aliansi Perjuangan Pemekaran Kabupaten Brebes (APPKB), Agus Sutiono, S.E, M.Si.menegaskan bahwa aksi ini adalah bentuk keseriusan warga Brebes Selatan dalam menagih janji pemerintah terkait percepatan pemekaran.
“Aksi Kemah Pemekaran ini adalah gerakan moral untuk menagih janji. Sudah terlalu lama masyarakat Brebes Selatan menunggu keadilan pembangunan dan pelayanan. Jarak yang jauh ke pusat pemerintahan di Brebes utara menjadi hambatan nyata bagi kesejahteraan warga,” tegas Agus Sutiono.
Ia menambahkan, pemekaran Kabupaten Brebes Selatan bukan sekadar keinginan, melainkan kebutuhan mendesak karena faktor geografis, rentang kendali, dan percepatan pelayanan publik.
“Kami datang dengan cara damai dan bermartabat. 6 aktivis, 6 tenda, 6 kecamatan. Ini melambangkan satu komando, satu tujuan. Kami ingin menyampaikan langsung kepada Bapak Gubernur dan DPRD Provinsi Jawa Tengah, bahwa Brebes Selatan siap mekar. Ora Mekar, Ora Beres!!, ” ujarnya.
Bersatu, Berjuang, Wujudkan Brebes Selatan
Agus Sutiono berharap, aksi yang akan digelar pada Senin, 12 Oktober 2026 itu mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Pusat, agar moratorium pemekaran segera dicabut dan proses administrasi Kabupaten Brebes Selatan dapat dilanjutkan.
“Ini bukan gerakan politik, ini gerakan rakyat. Kami membawa aspirasi ribuan warga dari 6 kecamatan. Bersatu, Berjuang, Wujudkan Brebes Selatan! Itulah semangat kami,” pungkasnya.
Aksi ini rencananya akan mendapat pengawalan dan diharapkan berjalan tertib, damai, serta menjadi momentum untuk kembali membuka dialog serius tentang masa depan Brebes Selatan.***














