Bogor

Tumbuh Positif, BPR Bank Kota Bogor Catat Kinerja Keuangan Solid di Triwulan III 2026

Avatar
11
×

Tumbuh Positif, BPR Bank Kota Bogor Catat Kinerja Keuangan Solid di Triwulan III 2026

Sebarkan artikel ini
Tommy Indra Gunawan, Dirut Permuda BPR Bank Kota Bogor. (IST)

EMSATUNEWS.CO.ID – BOGOR – Memasuki triwulan ke 3 tahun 2026, Perumda BPR Bank Kota Bogor resmi mengumumkan laporan publikasi kondisi keuangan berkala sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kepada para pemangku kepentingan. Di tengah dinamika ekonomi makro, Bank Kota Bogor berhasil mencatatkan pertumbuhan bisnis yang sehat, likuiditas yang stabil, serta permodalan yang kuat.

 

Berdasarkan keterangan yang diterima Redaksi, Bank Kota Bogor mencatat capaian strategis pada beberapa indikator keuangan utama. Diantaranya, pertumbuhan Aset tumbuh sebesar 7,86% secara tahunan (year-onyear/YoY), didorong oleh peningkatan penyaluran kredit dan penghimpunan dana pihak ketiga.

 

Kemudian, kredit yang disalurkan mengalami ekspansi sehat sebesar 5,26% (YoY). Penyaluran ini tetap difokuskan pada Kredit Multiguna untuk mendorong perbaikan konsumsi rumah tangga dan kredit sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai motor penggerak ekonomi daerah.

 

Selanjutnya, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) dalam bentuk tabungan dan deposito masyarakat tumbuh positif sebesar 18,01% (YoY), mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan nasabah terhadap pengelolaan dana di Bank Kota Bogor. Sedangkan, untuk capaian kinerja rasio keuangan, diantaranya Rasio Kecukupan Modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) berada di level aman sebesar 44,44%, jauh di atas ketentuan minimum regulasi OJK sekurang-kurangnya 15%. Lalu, NPL (Non-Performing Loan) Net sebesar 2,02% di bawah batas aman 5% melalui strategi manajemen risiko yang ketat.

Baca Juga :  Dihadapan Warga Tanah Sareal Kota Bogor, Fetty Anggraenidini Ungkapkan Pentingnya Peranan Kaum Perempuan

 

Kemudian, LDR (Loan to Deposit Ratio) mengalami perbaikan dari pencapaian tahun sebelumnya dari sebesar 143,62% menjadi sebesar 128,11%. Meski begitu, angka ini masih aman. Karena, tidak serta merta dinilai kondisi tersebut sebagai gangguan likuiditas.

 

“Penilaian likuiditas harus dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan kecukupan aset likuid, Cash Ratio, stabilitas sumber dana, arus kas masuk dan keluar, maturity gap, kualitas aset, konsentrasi sumber dana, serta ketersediaan sumber pendanaan alternatif dan hasil liquidity stress test,” kata Direktur Utama Perumda BPR Bank Kota Bogor, Tommy Indra Gunawan pada Rabu 7 Oktober 2026.

Baca Juga :  Demo ke Balaikota, DPD Mapancas Minta Tender Rehabilitasi GOR Pajajaran Dibatalkan

 

Tommy menjelaskan, capaian ini adalah hasil dari komitmen Bank Kota Bogor untuk terus menghadirkan layanan perbankan yang aman dan terpercaya.

 

“Kami fokus pada pengelolaan risiko yang pruden dan adaptif guna memastikan BPR tetap tangguh menghadapi tantangan ekonomi. Kami juga berterima kasih atas loyalitas para nasabah dan dukungan penuh dari regulator,” jelas Tommy.

 

Selain penguatan internal, seluruh dana simpanan nasabah di Bank Kota Bogor tercatat dan dijamin penuh oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sesuai ketentuan yang berlaku (hingga Rp2 miliar per nasabah), sehingga masyarakat dapat dengan aman terus melakukan aktivitas perbankannya. Kedepan, Bank Kota Bogor siap mempercepat langkah digitalisasi layanan serta memperluas

inklusi keuangan bagi komunitas lokal demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. (FRM)