Scroll ke Atas
Berita UtamaBogor

Tunggu Rekomendasi DPP Gerindra, Kang JM Optimis Maju Pilwalkot 2024

1932
×

Tunggu Rekomendasi DPP Gerindra, Kang JM Optimis Maju Pilwalkot 2024

Sebarkan artikel ini
Jenal Mutaqin (JM), Calon Walikota Bogor 2024. (Ist)

EMSATUNEWS.CO.ID- BOGOR – Partai Gerindra menjadi rebutan sejumlah bakal calon Walikota Bogor yang akan maju di kontestasi Pilwalkot Bogor pada November 2024 mendatang. Partai besutan Presiden terpilih Prabowo Subianto ini menjadi incaran para Cawalkot, diantaranya, Dedie Rachim, Sendi Fardiansyah, Dokter Rayendra, dan 2 kader internal partai yakni Jenal Mutaqin dan Sopian. Perjuangan para Cawalkot untuk mendapatkan rekom DPP Gerindra terus dilakukan, baik melalui penjaringan yang dilakukan oleh DPC Gerindra Kota Bogor, maupun lobi-lobi politik di tingkat nasional.

Seiring semakin dekatnya pelaksanaan Pilwalkot Bogor, Paguyuban Abdi Bogor yang resmi di deklarasikan pada Minggu 7 Juli 2024, sekaligus dalam acara launching 6 mobil ambulance dari Jenal Mutaqin, pengobatan gratis kepada 150 warga serta penyerahan 30 kursi roda, Paguyuban Abdi Bogor sangat optimis bahwa DPP Gerindra akan mengeluarkan rekomendasi kepada kader terbaik internal partai yakni Jenal Mutaqin untuk maju di Pilwalkot.

Keseriusan Jenal Mutaqin maju dalam kontestasi Pilwalkot Bogor semakin dibuktikan, dengan berbagai kegiatan sosialisasi, konsolidasi maupun terjun langsung ke masyarakat. Ketua Paguyuban Abdi Bogor Taufik Syam meyakini bahwa DPP Gerindra akan mengusung kader internal untuk maju di Pilwalkot.

“Kami optimis DPP Gerindra akan merekomendasikan kader internal nya untuk maju di Pilwalkot Bogor. Kang JM salah satu kader terbaik internal partai yang layak diusung dan diperjuangkan di Pilwalkot Bogor. Tentunya kami juga berharap kepada DPP Gerindra untuk memberikan rekomendasi kepada Kang JM,” ucap Taufik disela acara launching 6 mobil ambulance dari Kang JM.

Senada, Said Muhammad Mohan selalu OKK DPC Gerindra Kota Bogor mengapresiasi penuh langkah langkah yang diambil kang JM sebagai kader internal. Menurutnya, Kang JM ini merupakan salah satu asset partai, karena dengan 15 tahun kiprahnya di DPRD Kota Bogor, Kang JM merupakan sosok yang cukup matang untuk ikut kontestasi di pilkada kota Bogor.

“Seperti diketahui, selama 16 tahun partai Gerindra di Kota Bogor belum pernah ada kader yang berani maju, tapi hari ini kita mengapresiasi kepada kang JM untuk berani tampil membawa nama baik gerindra di kontestasi pilkada 2024 ini. Kami berharap DPP Gerindra memberikan rekomendasi kepada kader internal yaitu Kang JM,” ucap Mohan.

Baca Juga :  Bakamla RI Bantu Evakuasi Korban Kapal SB Evelin Calisca 01 Terbalik

Lanjut Mohan, ada mekanisme yang hari ini masih jalan di Partai Gerindra, dan saat ini masih menunggu proses rekomendasinya dari DPP Gerindra. Tapi patut dianalisa bahwa di hampir setiap daerah linear dengan statement ketua harian DPP Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, kemudian Sekjen Gerindra Ahmad Muzani yang mengatakan bahwa kader internal harus maju di Pilkada.

“Nah ini kan DPP berkepentingan untuk mengamankan program program besar pak Prabowo sebagai Presiden nanti, agar bisa linear berjalan aman lancar di daerah masing-masing. Sehingga kami masih meyakini rekomendasi itu jatuh kepada kang JM  salaku kader internal Gerindra. Kita optimis dan meyakini penuh bahwa keputusan DPP nanti yang terbaik,” tandasnya.

Sementara, ketika ditanyakan terkait rekomendasi DPP Gerindra untuk Pilwalkot Bogor, Cawalkot Jenal Mutaqin menjawab bahwa saat ini masih menunggu keputusan dari DPP. “Yaa, kami masih menunggu keputusan dari DPP Gerindra. Semuanya masih berproses, baik dari hasil penjaringan DPC yang sudah diserahkan ke DPP, ataupun nanti akan dikeluarkan keputusan rekomendasi DPP. Kita tunggu saja nanti yaa,” katanya.

Namun demikian, JM panggilan akrab Wakil Ketua DPRD Kota Bogor ini meyakini bahwa DPP Gerindra akan memilih orang yang tepat untuk mendapatkan rekomendasi maju di Pilwalkot. “Apapun keputusan DPP nanti, kita semuanya wajib fatsun dan melaksanakannya. Tentunya pilihan DPP menjadi pilihan terbaik, siapa yang akan dimajukan di Pilwalkot nanti,” ujarnya.

Sementara terkait langkah-langkah yang dilakukan JM dalam menghadapi Pilwalkot, dirinya mengaku terus melakukan sosialisasi dan konsolidasi serta turun ke masyarakat. Terbaru, dirinya mewakafkan 6 mobil ambulance gratis bagi warga Kota Bogor. JM mengatakan, mewakafkan 6 mobil ambulance karena memang banyak warga Kota Bogor yang membutuhkan, baik membawa pasien yang sakit ataupun yang meninggal dunia. Ambulance ini akan dikelola oleh kordinator di masing-masing kecamatan dan Paguyuban Abdi Bogor, dan akan beroperasi selama 24 jam. “Nomornya nanti kita share di media sosial. Harapan kami, ini bisa menjadi fasilitas yang memberi manfaat bagi warga dalam hal armada mobil siaga atau ambulance gratis,” katanya.

Baca Juga :  Pemdes Pakujati Pakujati Dalam Penanganan Jumlah KPM Penerima BLT DD 2023 Gunakan Acuan Verval DP3KE

Ia juga menceritakan ketika pada tahun 2011 lalu, ketika dirinya menjadi anggota DPRD Kota Bogor periode pertama, hanya memiliki 1 mobil ambulance dan sejak itu banyak warga yang menggunakan karena membutuhkannya. Bahkan sempat kewalahan karena hanya ada 1 mobil saja. Sejak itulah, politisi yang akrab disapa Kang JM ini terus berjuang untuk memiliki lebih banyak mobil ambulance untuk membantu warga. Hingga akhirnya hari ini bisa terwujud ada 6 mobil ambulance.

“Maka hari ini atas dasar situasional menurut saya urgent dan penting, lebih baik kita antisipasi 6 unit yang disiagakan di tiap-tiap kecamatan. Tapi tidak menutup kemungkinan ketika armada yang lain sedang digunakan, maka armada yang ada di kecamatan lainnya bisa menutupi kebutuhan itu, artinya saling mengisi untuk kebutuhan warga tentang kebutuhan ambulans tersebut. Semoga ambulance ini memberikan manfaat bagi masyarakat,” ucapnya.

Selain program ambulans, lanjut JM,  juga akan disediakan advokasi untuk BPJS Kesehatan PBI. Saat ini masih belum banyak yang paham bagaimana tentang cara pembuatan BPJS. “Baru saja tadi saya melayani dua orang yang belum punya BPJS sama sekali, dan ini sebuah kewajiban warga harus punya BPJS, baik yang PBI maupun mandiri. Artinya ketika mereka berobat sudah ada kepastian pembiayaan yang dicover oleh pemerintah atau dari pribadinya masing-masing. Nah selain armada antar jemput pasien atau jenazah, kita siapkan advokasi pendampingan ketika warga kesulitan dalam administrasi rumah sakit. Memang kita bertahap tidak 100 persen sepenuhnya kebutuhan warga bisa kita selesaikan, tapi setidaknya kita selalu berusaha dapat membantu masyarakat,” pungkasnya. (FRM)