Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahNasionalTeknologi

Sabet Penghargaan Nasional, Ahmad Luthfi Targetkan Revolusi Pengelolaan Sampah Jateng

Joko Longkeyang
30
×

Sabet Penghargaan Nasional, Ahmad Luthfi Targetkan Revolusi Pengelolaan Sampah Jateng

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Jakarta​– Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, resmi dianugerahi penghargaan sebagai Pembina Terbaik Kabupaten/Kota dalam Kinerja Pengelolaan Sampah 2026. Apresiasi bergengsi ini diserahkan langsung dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Sampah yang berlangsung di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (25/2/2026).

​Penghargaan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup tersebut menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mengimplementasikan tata kelola sampah yang terintegrasi, khususnya melalui program unggulan “Jawa Tengah Aman, Sehat, Resik, dan Indah” (ASRI).

Advertisement

​Dalam forum tersebut, Ahmad Luthfi mengungkapkan fakta krusial bahwa Jawa Tengah memproduksi sekitar 6,36 juta ton sampah per tahun. Dari jumlah tersebut, baru sekitar 60 persen yang mampu diproses secara optimal.”Persoalan sampah di Jawa Tengah sudah masuk kategori darurat. Kita butuh rencana aksi (action plan) yang konkret dan terukur di lapangan, bukan sekadar komitmen administratif,” tegas Luthfi.

Baca Juga :  Desak RUU Perlindungan Konsumen Ditetapkan, Ahmad Luthfi Soroti E-Commerce dan Sengketa

​Ia menginstruksikan seluruh bupati dan wali kota di Jawa Tengah untuk segera menyajikan data pengelolaan sampah yang akurat. Data tersebut akan menjadi fondasi utama bagi Pemprov Jateng dalam merumuskan kebijakan penanganan sampah dari hulu hingga hilir secara presisi.

​Strategi utama yang diusung dalam gerakan Jawa Tengah ASRI meliputi pemilahan sampah sejak dari tingkat rumah tangga. Sampah organik diarahkan untuk menjadi komposter, sementara sampah anorganik didorong masuk ke ekosistem daur ulang agar memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.

​Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jateng, Widi Hartanto, menambahkan bahwa Gubernur tengah mengakselerasi penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang masih menggunakan sistem open dumping.”Kami beralih ke sistem pengelolaan terpadu dengan memanfaatkan teknologi. Sampah kini mulai ditransformasi menjadi energi listrik maupun bahan bakar industri,” jelas Widi.

Baca Juga :  Satu Tahun Luthfi-Yasin: Ekonomi Jateng Tumbuh di Atas Nasional, Kemiskinan Terus Ditekan

​Hingga saat ini, teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) telah sukses diimplementasikan di Cilacap, Banyumas, dan Kabupaten Magelang. Mengikuti jejak tersebut, daerah lain seperti Kudus dan Grobogan juga mulai mengembangkan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) skala kecil.

​Sebagai langkah percepatan di tahun 2026, Pemprov Jateng telah mengusulkan pembangunan 14 titik TPST tambahan ke pemerintah pusat. Langkah masif ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pengolahan sampah di Jawa Tengah secara signifikan dan menekan volume limbah yang selama ini belum tertangani.**( Joko Longkeyang).