Scroll ke Atas
Berita Utama

Anak Penjual Ayam Potong Dari Tonjong Berhasil Lulus Jadi Tentara Jalur Santri

75
×

Anak Penjual Ayam Potong Dari Tonjong Berhasil Lulus Jadi Tentara Jalur Santri

Sebarkan artikel ini
EMSATUNEWS.CO.ID, BREBES – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh remaja asal Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, yang sebelumnya/setelah tahun 2021 lalu Aji Pranoto (19), Durokhim (21), dan Tedi Irawan (19), kini giliran Deni Rizky Setiawan (20) warga Desa Karangjongkeng RT. 02/03, ditahun 2012 ini dinyatakan lulus untuk mengikuti pendidikan di Sekolah Calon Tamtama (Secata) di Gombong, Kabupaten Kebumen.
Hal tersebut dibenarkan Danramil Tonjong melalui Peltu Edi Burhanudin menerangkan , Deni Rizky Setiawan adalah santri dari Ponpes Al Hikmah Benda Kecamatan Sirampog yang lulus murni diterima menjadi prajurit TNI melalui jalur santri/ lintas agama gelombang II TA. 2022.
“Sebelumnya Kodim 0713 Brebes telah melakukan sosialisasi rekrutmen TNI melalui jalur santri dan lintas agama, termasuk di Ponpes Al Hikmah Benda Kecamatan Sirampog, dan alhamdulillah ada salah satu anak santri yang lulus,” terangnya, Kamis (24/11/2022).
Lanjut Edi, Deni sendiri merupakan santri Ponpes tersebut dengan mengambil jurusan dakwah.
“Sebelum kami bina fisiknya di Koramil Tonjong dan, Deni memang sudah memiliki fisik yang bagus, bahkan full up nya bisa 18 kali atau nilai seratus,” ujarnya.
Menurut Edi, sangat pantas jika Deni masuk karena di lingkungannya pun ia sering mengisi dakwah di masjid atau mushola.
“Deni sangat gigih mempersiapkan diri jauh-jauh hari untuk menjadi prajurit TNI-AD, baik itu fisik, mental, dan nilai akademiknya,” ucap Edi.
 
Lanjut Edi untuk prestasi/keahlian baik di bidang olahraga, akademi, seni, komputer, dan lain-lain, juga akan menambah bobot penilaian.
“Hari ini ananda Deni berangkat ke Gombong untuk menjalani pemusatan pendidikan dengan diantar kedua orang tuanya, yaitu Pak Zaenuri dan Ibu Khoeriyah,” tuturnya.
Sementara Zaenuri (51) selaku ayah Deni, bahwa dirinya sangat bersyukur karena anaknya bisa lulus sehingga dirinya bersama Khoeriyah (46) istrinya, berharap agar anak bungsunya itu bisa mengubah nasib keluarganya menjadi lebih baik lagi kedepannya harapnya
Bukan tanpa alasan harapan dari Zaenuri itu. Sebagai kepala keluarga dirinya mengaku berpenghasilan sebesar Rp. 50-100 ribu per hari dari hasil berjualan ayam potong di pasar. Sedangkan istrinya itu juga berpenghasilan antara Rp. 50-100 ribu per hari dari berjualan sayuran.
Zaenuri juga mengaku bahwa dirinya hanya keluar biasa kurang lebih sebesar Rp. 5 juta selama pelaksanaan seleksi, itupun hanya untuk keperluan fotocopy surat-surat, transportasi, makan, dan membeli perlengkapan anaknya selama seleksi berlangsung.
Sedangkan kakak Deni sendiri yaitu Oktavia Rizky Andriani (25), yang sudah berkeluarga sehingga kini Deni menjadi harapan keluarganya tersebut.
Kemudian pihak koramil hanya bersifat memotivasi dan memoles Deni saja, kerana itu semua juga berkat usaha kerasnya dan doa dari kedua orang tuanya tersebut. (aan/imam)

Baca Juga :  Jaga Keamanan serta Antisipasi Keributan, Babinsa Koramil 10 Mojolaban Amankan Sepak Bola