Scroll ke Atas
Kesehatan

Melalui Drama Komedi Beberkan Kondisi Stunting

34
×

Melalui Drama Komedi Beberkan Kondisi Stunting

Sebarkan artikel ini

EMSATUNEWS.CO.ID, BREBES – Yu Basiroh dan Kang Dalban memiliki anak laki-laki yang masuk dalam kategori stunting. Mereka berdebat dengan Pak RT yang mengatakan keluarga ini harus mendapat perhatian, apa lagi Basiroh sedang hamil anak kedua agar tidak kembali stunting.

Demikian cuplikan cerita dalam seni pertunjukan rakyat yang digelar dalam rangka sosialisasi penanganan stunting di kantor  Desa Grinting, Kecamatan Bulakamba, Senin (6/3/2023).

Gelaran ini merupakan hasil. kerjasama Diskominfo Jateng, BKKBN Jateng dan Dinkominfotik Kabupaten Brebes. Adapun dipilihnya Desa Grinting lantaran wilayah ini merupakan peringkat kedua angka stunting tinggi di kabupaten Brebes.

Pj. Bupati Brebes Urip Sihabudin dalam sambutannya mengatakan, Brebes dalam posisi yang tidak baik-baik saja terkait stunting.

“Jumlah Balita kita saat penimbangan di bulan Aguatus 2022, dari 117.000 balita ada 11.673 tingkat potensi stunting. Dari angka itu ada yang di bawah 2 tahun itu 3.224 bayi. Di Desa Grinting ada 72 bayi,” jelasnya.

Lanjut Urip terkait penanganan stunting harus sama di setiap desa termasuk di Desa Grinting, balita maupun baduta yang berpotensi stunting ini harus diberi makanan tambahan.

Baca Juga :  Bupati Brebes : RSUD Bumiayu Mampu Mandiri Tanpa Dibiayai APBD

“Kalau tidak telur ya ikan, jadi tidak boleh biskuit. Nah, nanti dari BKKBN Jateng akan menjelaskan kenapa harus seperti itu.bahkan sampai tingkat RT harus sama tindakannya,” tuturnya

Kepala Diskomfino Jateng Riena Retnaningrum dalam laporannya menjelaskan, penanganan stunting adalah tanggung jawab kita bersama. Untuk itu pihaknya mengemas sosialisasi agar lebih menarik dan masyarakat dapat edukasi tentang stunting.

“Malam ini, kita ajak FK-Metra untuk bareng-bareng memberikan informasi kepada masyarakat. Ada para ahli yang nanti akan menjelaskan,” jelas Riena.

Riena berharap, masyarakat Brebes dapat mengetahui bagaimana penanganan stunting, sehingga angkanya bisa turun.

“Harapannya masyarakat akan terhibur dan mendapat pencerahan dari narasumber dan kita bergotong royong menurunkan angka stunting,” ucanya.

Tampak dalam pagelaran tersebut, masyarakat semakin antusias ketika para narasumber melempar pertanyaan yang disertai dengan hadiah menarik bagi yang hadir dan bisa menjawabnya.(imam)