Scroll ke Atas
Berita Utama

Seorang Pemuda di Bojong Nekat Akhiri Hidupnya Dengan Gantung Diri

27
×

Seorang Pemuda di Bojong Nekat Akhiri Hidupnya Dengan Gantung Diri

Sebarkan artikel ini
EMSATUNEWS.CO.ID, PEKALONGAN – Seorang pemuda berinisial AM (25) nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di dalam kamar mandi sebuah rumah di Desa Karangsari Kec. Bojong Kab. Pekalongan, Kamis (16/03).
Saat dikonfirmasi, Kapolsek Bojong AKP Suhadi menjelaskan bahwa korban ditemukan gantung diri pada pukul 05.00 wib oleh Kusriyah.
“Jadi, awalnya saudari Kusriyah ini hendak ke kamar mandi, namun setelah sampai ke kamar mandi ia mendapati korban sudah dalam keadaan menggantung dengan menggunakan tali di dalam kamar mandi,” ujarnya.
Melihat hal tersebut, Kusriyah kemudian membangunkan suaminya (Sapuan) yang selanjutnya mengecek kembali untuk melihat kondisi korban. “Karena tidak tega, akhirnya Sapuan selaku paman korban memotong tali yang digunakan korban untuk bunuh diri, dan memindahkannya ke ruang depan rumah,” imbuh Kapolsek.
Petugas Polsek Bojong yang menerima laporan dari warga segera berkoordinasi dengan tim Inavis Polres Pekalongan dan tim dari puskesmas Bojong 1 yang selanjutnya mendatangi lokasi.
Dari hasil olah TKP, tim Inavis Polres pekalongan menemukan barang bukti berupa 1 buah tali tambang plastik berwarna hujau dengan bentuk tali simpul hidup dengan panjang 108 cm, diameter lingkar 10 cm dan 1 buah tali tambang berwarna biru berbentuk lilitan dengan simpul tali hidup dengan panjang 60 cm.
Sementara pada tubuh korban ditemukan bekas lilitan tali pada leher korban, cairan dari alat kelamin korban dan wajah atau kepala korban dalam keadaan membiru (diduga otak kekurangan oksigen).
“Dari olah TKP tim Inavis dan keterangan dari Dokter Endah dari puskesmas Bojong 1, tidak ditemukan tanda tanda penganiayaan. Jadi, korban meninggal dunia murni gantung diri,” jelas AKP Suhadi.
Menurut Kapolsek Bojong, korban bukanlah asli warga Karangsari. “Korban aslinya warga Jl. Raya Jenggot Kec. Pekalongan Selatan, dan baru tinggal di rumah pamannya baru dua bulan,” ungkapnya. 
Terkait kejadian tersebut, keluarga korban menerima sebagai musibah. (*)
Editor: Eva

Baca Juga :  Status Gunung Slamet Naik Menjadi Waspada, Bupati Pemalang Tinjau Gardu Pantau