Scroll ke Atas
Berita Utama

SMPN 8 Pemalang Implementasikan P5

139
×

SMPN 8 Pemalang Implementasikan P5

Sebarkan artikel ini

EMSATUNEWS.CO.ID, PEMALANG – SMP Negeri 8 Pemalang melaksanakan kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) kepada siswa kelas VII sebagai perwujudan Implementasi Kurikulum Merdeka. Kegiatan P5 ini mengambil tema Kewirausahaan. Kegiatan dilaksanakan di halaman sekolah selama 2 hari, Senin – Selasa (20 – 21 Maret 2023).

Kepala SMP Negeri 8 Pemalang, Sus Tafip Priardi, S.Pd, mengatakan dengan mengusung tema Kewirausahaan dalam kegiatan P5 ini, siswa diajak untuk mengangkat kearifan lokal yang ada di Desa Kramat, Kecamatan/Kabupaten Pemalang, tempat sekolah itu berada.

“Dimana di Desa Kramat itu menghasilkan ubi,” ujarnya saat ditemui emsatunews.co.id, Senin (20 Maret 2023).

Dijelaskan, ubi atau singkong itu kemudian diolah menjadi makanan tradisional dan dipamerkan oleh seluruh siswa kelas VII di dalam bazar. Nantinya, di dalam bazar, makanan-makanan ini dibeli para siswa dari kelas VIII dan kelas IX.

“Tema Kewirausahaan ini adalah bahannya dari ubi semuanya. Baik itu wingka babat dari Semarang itu dari ubi ada. Ada pula nasi, macem-macem nasi tapi dibuat dari ubi,” terangnya.

Ia menyebut harga makanan-makanan tersebut tidak boleh melebihi Rp.5000.

Dalam kegiatan bazar gebyar karya P5 ini, Sus Tafip Priardi, S.Pd juga merasa senang karena Plt Bupati Pemalang Mansur Hidayat hadir dan sempat mengunjungi stand- stand dari peserta. Bahkan orang nomor satu di Kabupaten Pemalang ini juga sempat mencicipi makanan tradisional yang dipamerkan.

Kehadiran Plt Bupati Mansur Hidayat di sekolah ini dalam rangka untuk melaunching Drop Box Bank Sampah Induk (BSI) Mountrash. Peluncuran bank sampah ini dalam rangka untuk memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2023.

“Tadi Pak Plt Bupati juga mengunjungi stand-stand. Bahkan sampai Pak Plt Bupati kerso (mau) makan, makanan yang dipamerkan,” ungkapnya.

Ia menyampaikan bahwa kegiatan gebyar karya P5 ini sudah menjadi agenda di sekolahnya. Dimana setiap satu semester ada unjuk kekuatan yang kaitannya dengan Projek P5 mengenai program kewirausahaan.

“Tapi yang ditekankan adalah ubi. Dan produknya sudah ada yang dikemas tapi dalam bentuk kecil hanya perlu ada penyempurnaan-penyempurnaan. Tapi produk kemasannya ada,” tukasnya.

Dengan adanya kegiatan P5 ini, Sus Tafip Priardi, S.Pd selaku kepala sekolah merasa antusias kepada anak-anak supaya berwirausaha. Jadi setelah lulus nanti, dari berbekal pengalaman merekayasa makanan ubi menjadi makanan yang lebih modern, lebih milenial, dan lebih bergengsi, anak-anak ini bisa menjadi seorang pengusaha.

“Sehingga anak-anak kawula muda punya nilai kebanggaan dan nilai jual,” pungkasnya.*

Penulis : Yanto 

Baca Juga :  Gelar Ops Keselamatan, Satlantas Polres Pekalongan Bagikan Masker Gratis Ke Pengendara