Scroll ke Atas
Berita UtamaBrebes

Musrenbangcam Bantarkawung Fokus Pembangunan Infrastruktur Jalan

Eryanto
12
×

Musrenbangcam Bantarkawung Fokus Pembangunan Infrastruktur Jalan

Sebarkan artikel ini

EMSATUNEWS.CO.ID, BREBES – Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Bantarkawung menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan untuk usulan tahun 2027, dengan fokus utama pembangunan infrastruktur jalan. kegiatan berlangsung di Aula Pendopo Kecamatan Bantarkawung, Rabu (4/2/2026).

Kades Usep Asikin dalam pemaparan usulan untuk infrastruktur jalan sebagai skala prioritas dalam Musrenbang.

Musrenbang ini dihadiri oleh Anggota DPRD Brebes, Baperida Brebes, Kadin Perikanan dan Kelautan serta Forkompinca, Kades, dan BPD se-Kecamatan Bantarkawung.

Advertisement

Camat Bantarkawung, Wartoid, S.IP, M Si, menyatakan bahwa, aspirasi dari para dewan sangat membantu untuk pembangunan di wilayah desa-desa, untuk itu diriya berharap dengan keterlibatan para dewan dalam pembangunan di wilayah Kecamatan Bantarkawung.

“Kebutuhan akan pembangunan sangat banyak, namun anggaran DD-nya sekarang sangat sedikit,” ujarnya.

Bupati Brebes yang diwakili oleh Baperida Brebes Hj Dra Teti Yuliana, M Pd mengatakan, mengingat anggaran daerah saat ini sedikit, maka diharapkan untuk anggaran pembangunan di tahun 2027 agar dapat diprioritaskan ke kebutuhan yang betul-betul sangat penting, namun jangan lupa juga untuk pemerataannya agar tiap desa dapat merasakan dampaknya.

“Pembangunan yang baik lahir dari kolaborasi yang baik dari setiap elemen, sehingga melahirkan sebuah program yang betul-betul terukur dan tepat sasaran.” harap Teti.

Hal senada disampaikan Anggota DPRD Fraksi Golkar Sudono, SH, ia mengatakan, intinya ialah usulan dari Musrenbangcam harus masuk lebih dulu di tingkat Kabupaten.

Baca Juga :  Panglima TNI: Bukan Dwi Fungsi tapi Multi Fungsi

“Anggaran untuk Bantarkawung lumayan besar, namun tidak menampik saat ini dana transfer pusat ke daerah mengalami efisiensi (pemangkasan),” ucap Sudono.

Lebih-lebih, kata Sudono, para Kades saat ini juga masih kerepotan untuk menyiapkan lahan untuk program pemerintah yaitu Kopdes, untuk itu ia berpesan agar para kades bersabar.

Dono juga menyampaikan bahwa, potensi di Kecamatan Bantarkawung tidak hanya pada pertanian, tetapi memiliki banyak potensi seperti, perikanan, kopi, peternakan, dan lain-lain.

Untuk kesehatan, program Pemkab Cek Kesehatan Gratis (CKG) nakes door to door ini juga perlu didukung pemdes dan masyarakat dengan proaktif untuk menjaga dan mensukseskan program kesehatan dalam hal ini juga merupakan kontrol dari para nakes.

“Banyak peluang yang bisa kita ambil,” tandas Sudono.

Dalam Musrenbangcam kali ini 18 usulan telah direkap dan disetujui, dengan mengajukan satu usulan dari masing-masing desa dengan usulan skala prioritas pada infrastruktur.

Ketua Paguyuban Kades Usep Asikin mengatakan, infrastruktur merupakan kebutuhan utama den menjadi paktor krusial bagi pengentasan kemiskinan serta permasalahan kesehatan.

“Infrastruktur sebagai penopang utama, kalau jalan rusak maka mobilitas menjadi mahal. Bahkan hanya sekedar pupuk bisa menjadi mahal akibat biaya pengangkutannya, serta mobilisasi kesehatan yang lamban penangananya akibat terhambat oleh ruas jalan rusak,” katanya.

Baca Juga :  LKS SMK Ke-32 Tingkat Provinsi Jawa Tengah Digelar Di Kabupaten Pemalang

Untuk itu, kata Usep kebutuhan akses jalan yang baik akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan ia menghimbau agar UPTD PU setempat untuk lebih maksimal dalam memonitoring terkait jalan yang rusak.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Drs Eko Supriyanto, S IP, MM menambahkan bahwa rencana pengembangan perikanan akan dilaksanakan di Desa Legok, dengan acuan ketersediaan air untuk menopang ketahanan pangan di Kecamatan Bantarkawung.

Program ini merupakan program kementrian, namun menurut Eko saat ini anggaran untuk Dinas Perikanan masih sangat sedikit. Jadi kedepan kalau ketersedian nya sudah mencukupi akan kita tingkatkan lagi.

“Monggo bagi desa-desa yang memiliki potensi budidaya perikanan bisa di usulkan. Silahkan buat kelompok-kelompok para budidaya ikan dan membuat proposal pengajuan,” tegasnya.

Eko juga menggambarkan di Kecamatan Salem yang kini sudah ada 12 desa yang melaksanakan program ini, serta mendapatkan pembinaan dan pendampingan dari Dinas Perikanan dan kelautan Kabupaten Brebes.

Kegiatan Musrenbang Kecamatan Bantarkawung juga memutuskan pembentukan pendelegasian untuk mengawal hasil Mustembangcam ke tingkat Pemkab.

Ada 4 orang terpilih sebagau delegasi yamg terdiri dari Camat Bantarkawung Wartoid, Kasi PMD Widianto, Ketua Paguyuban Kades Usep Asikin dan PLT Kepala UOBF Puskesmas Buaran Dini Kartikasari.*** (Restu AP)