Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahPemalang

Anggota DPRD Minta Polisi Tangkap Penyebar Kampanye LGBT di Pemalang

Joko Longkeyang
279
×

Anggota DPRD Minta Polisi Tangkap Penyebar Kampanye LGBT di Pemalang

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Pemalang – Konten kampanye pro-LGBT yang disebarkan seorang influencer berinisial DW di media sosial telah membuat gaduh warga Pemalang. Menanggapi keresahan ini, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Heru Kundhimiarso, mendesak aparat kepolisian untuk segera menindak dan menangkap pelaku.

Kundhi menegaskan bahwa tindakan kampanye LGBT secara sengaja di ruang publik dapat dijerat dengan berbagai undang-undang yang berlaku di Indonesia. “Mulai dari Undang-Undang Perkawinan, Undang-Undang ITE, hingga Undang-Undang Pornografi,” tegas Kundhi dalam keterangan pers pada Sabtu (5/7/2025).

Advertisement

Yang lebih memprihatinkan, imbuhnya, pelaku penyebar kampanye LGBT tersebut seolah tidak merasa bersalah meskipun telah menimbulkan kegaduhan dan keresahan sosial di tengah masyarakat Pemalang. “Ini berbahaya dan tidak bisa didiamkan begitu saja. Aparat kepolisian harus turun tangan tanpa harus menunggu laporan,” tandas anggota DPRD Pemalang ini.

Baca Juga :  Mansur Ajak Warga Desa Cikadu Lakukan Buka Puasa Bersama Dengan Kesederhanaan

Menurut Kundhi, apa yang telah dilakukan DW sudah masuk kategori pelanggaran hukum berat, serta pelanggaran norma agama yang dilakukan secara terang-terangan di ruang publik. Ia juga menekankan bahwa komunitas LGBT seharusnya tidak mengadakan kampanye secara terbuka di ruang publik dan meminta mereka meninjau ulang tindakan jika hendak memasuki ranah publik.
“Komunitas LGBT harus menengok aturan yang ada di negeri ini. Sebab tak ada satu pun aturan yang membolehkan pernikahan sesama jenis. Patokannya adalah Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan hanya mengatur perkawinan antara laki-laki dan perempuan,” tegas mantan aktivis pendiri Aliansi Masyarakat Pemalang Raya (AMPERA) ini.

Baca Juga :  Sumur Umbul Masjid Baitul Hikmah: Sumber Air Berkah di Desa Pesucen

Meski demikian, Kundhi juga berharap agar tidak terjadi kekerasan dalam pro-kontra mengenai isu LGBT ini. Ia meminta semua pihak untuk menahan diri, termasuk tidak menginginkan DW atau anggota komunitas LGBT lainnya menjadi korban kekerasan. Di sisi lain, ia juga meminta kelompok LGBT untuk menahan diri dengan tidak melakukan kampanye secara terbuka guna menghindari kegaduhan dan potensi kerawanan sosial.( Joko Longkeyang).